Home » IN MEMORIAM

IN MEMORIAM

Wandy Wartawan yang Ceria dan Berintegritas Itu Telah Berpulang

Redaksi
A+A-
Reset

Innalillahi wainnailaihi rojiu’un. Kabar duka itu datang tiba-tiba. Kamis menjelang siang (21/3), notifikasi WhatsApp berdentang di HP saya. Saat itu sekitar pukul 10.30 WIB, sebuah pesan yang diteruskan tertulis:

Assalamualaikum wr wb.. Innaalillahi wainnaa ilaihi roji’un..telah berpulang ke rahmatullah rekan dan saudara kita Sofriwandy (Wandy Jarbat) pada hari ini, Kamis 21 Maret 2024, sekitar jam 08.30 wib. Informasinya alm akan disemayamkan di rumah duka Jawi-Jawi.

Saya kaget. Benarkah informasi ini? Saya serasa tidak percaya. Tentu saja, hal pertama yang saya lakukan adalah menghubungi wartawan KORAN PADANG yang bertugas di Kota Solok, Ervan. Ternyata, kabar duka itu benar. Namun, Ervan mengaku belum mengetahui penyebab meninggalnya Wandy, sosok pria yang ceria dan murah senyum itu.

Lalu saya menghubungi rekan wartawan yang juga bertugas di Solok, Elita Susanti. Menurut Eli, sebelum berpulang, Wandy mengalami demam sejak sebelum Ramadan. Lalu sempat mengalami sesak nafas. Komunikasi saya dengan Eli tidak berlangsung lama karena ia sedang dalam perjalanan dari Kota Solok hendak menuju rumah duka.

Saya tercekat. Tidak menyangka Wandy yang sudah saya anggap seperti abang kandung itu berpulang begitu cepat. Menghadap Yang Maha Kuasa. Tak terasa mata saya berkaca-kaca.

Sama dengan saya, Wandy bergabung dengan KORAN PADANG sejak pertama kali koran ini terbit tahun 2011 silam. Sebelumnya ia sudah malang-melintang di berbagai media dan pernah cukup lama bertugas di Jakarta.

Ia gencar dan pantang menyerah mempromosikan KORAN PADANG sejak semula terbit di wilayah Kabupaten dan Kota Solok hingga akhirnya koran ini mendapat tempat di hati publik. Wandy juga pandai menjalin relasi dengan pejabat Pemkab Solok. Akrab dengan siapa saja kepala daerah yang memimpin Solok. Begitu juga dengan jajaran OPD dan lembaga DPRD. Baginya, pemerintah daerah adalah mitra. Kritik sewajarnya dan tidak sampai berlarut-larut.

Setiap kali ada persoalan dalam hal pemberitaan atau kerjasama media, ia selalu menemukan jalan keluarnya. Meski demikian, Wandy adalah sosok wartawan yang berintegritas. Hal itu tercermin dalam setiap komunikasinya kalau berbicara tentang persoalan-persoalan yang ‘agak berat’.

Wandy cukup sering ke Padang. Mulai dari meliput kegiatan Pemkab Solok jika ada acara di Padang maupun menonton pertandingan Semen Padang FC di GOR Agus Salim. Ia adalah suporter fanatik Kabau Sirah.

Setiap kali ke Padang, Wandy hampir selalu menghubungi saya. “Ngopi wak, nah,” demikian chatnya di WA. Kami lalu mengatur pertemuan, di mana dan jam berapa.

Kami terakhir kali bertemu sekitar awal Februari 2024 lalu. Menjelang pemilu. Saat itu kami bertemu di salah satu rumah makan di persimpangan Jl. Khatib Sulaiman. Ia datang bersama mantan Ketua PWI Kabupaten Solok, Riswan Jaya. Hadir juga dalam pertemuan itu salah seorang pejabat eselon II di Pemprov Sumbar. Kami berbincang-bincang berbagai hal, yang ringan-ringan saja.

Secara fisik, kami memang jarang bertemu. Sehingga, saya tidak bergitu mengetahui bagaimana kesehariannya. Namun, seperti yang disampaikan rekan seprofesi, Riki Selayo, Wandy adalah sosok yang ‘sungguh-sungguh unik’. Tampilannya sederhana sekali. Kemana-mana pakai sendal dan jarang sekali memakai sepatu.

“Angek kaki den pakai sapatu. Ciek lai, awak urang kampuang lo. Ndak manakah pakai sapatu mode pegawai,” jawabnya suatu waktu saat ditanya tentang kebiasaannya, seperti yang ditulis Riki dalam memoarnya di palitonews.com.

Keliling kompleks Kantor Bupati Solok di Arosuka dengan motor Shogun bututnya. Koran dipegang. Asap Dji Sam Soe mengawalnya berjalan. Betul-betul santai sekali hidupnya.

Begitu juga dengan kawan satu profesi. Wandy nyaris tak pernah berpolemik. Baginya, hari ini ‘senayan’ saja. Kalau pun ‘bagaduah’ secara prinsip, ia lebih cenderung mengalah. Dia pergi saja dari urusan itu, dan menempuh jalan sendiri.

Tentu yang paling akan diingat oleh sahabat karib, kolega, dan rekan seprofesinya adalah candaan-candaan Wandy. Ia selalu riang dan menebar tawa.

Kini, sosok yang penuh semangat dan kebaikan itu telah berpulang dalam usia 55 tahun di kediamannya, Kompleks Perumahan Nuansa Griya Arosuka Tahap II, Jorong Sukarami, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Jujur saja, kami di KORAN PADANG merasa sangat kehilangan sosok yang tak tergantikan. Wandy, meskipun perjalananmu telah berakhir di dunia ini, namun kenangan tentang dirimu akan terus hidup dalam hati kami. Kami berterimakasih atas segala perjuanganmu dalam membersamai KORAN PADANG. Selamat jalan Wandy, semoga kebahagiaan selalu menyertaimu di sisi yang lain. Aamiin. *

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?