IPM Padang Tertinggi di Sumbar, Wawako Sampaikan LKPJ 2025 di DPRD

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menyerahkan LKPJ 2025 kepada Ketua DPRD Padang, Muharlion dalam rapat paripurna DPRD Kota Padang, Senin (9/3).

PADANG, KP — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Padang meningkat menjadi 84,93 pada 2025, menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Sumatera Barat. Capaian tersebut dipaparkan Wakil Wali Kota Maigus Nasir saat menyampaikan Nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Padang, Senin (9/3).

Rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Padang itu dipimpin Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion. Dalam pemaparannya, Maigus Nasir menjelaskan LKPJ merupakan laporan kinerja pemerintah daerah yang memuat capaian program, kegiatan, serta pemanfaatan anggaran daerah sepanjang tahun 2025.

Menurutnya, peningkatan IPM dari 84,38 pada 2024 menjadi 84,93 pada 2025 menunjukkan adanya perbaikan dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Capaian tersebut juga berada jauh di atas rata-rata Provinsi Sumatera Barat yang berada di angka 77,27 serta melampaui target nasional 75,90.

Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga mencatat penurunan angka stunting. Berdasarkan data terakhir, prevalensi stunting turun dari 24,2 persen pada 2023 menjadi 20,6 persen pada 2024, yang mencerminkan peningkatan akses layanan kesehatan dan gizi bagi anak-anak.

Di sektor infrastruktur, pembangunan dan pemeliharaan jalan serta drainase juga terus dilakukan. Sepanjang 2025, pemerintah kota membangun jalan sepanjang 11 kilometer, melakukan pemeliharaan jalan 42,56 kilometer, membangun drainase 2,59 kilometer, serta memelihara jaringan drainase sepanjang 90 kilometer.

Pada sektor ekonomi, Kota Padang mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,69 persen pada 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tercatat terdapat 48.274 pelaku usaha mikro serta 13.468 industri kecil dan menengah yang berkontribusi terhadap aktivitas perdagangan dan perekonomian daerah.

Sementara itu, dari sisi investasi, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1,96 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar US$33,09 juta.

Adapun target pendapatan daerah Kota Padang tahun 2025 sebesar Rp2,87 triliun, dengan realisasi mencapai Rp2,85 triliun atau sekitar 99,15 persen dari target yang telah ditetapkan. “Capaian ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat. Dukungan berbagai pihak sangat penting dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Padang,” ujar Maigus Nasir.

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2025 Kota Padang juga meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional, di antaranya penghargaan tingkat ASEAN, Kota Terbaik dalam Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) 2025, Simpul Jaringan Terbaik Nasional dari Arsip Nasional Republik Indonesia, Program Kota Zakat-Wakaf dari Kementerian Agama, serta penghargaan Kota Layak Anak dan Innovative Government Award (IGA) 2025. (red)

Related posts

Atasi Sedimentasi Pascabencana, Padang Dorong Keterlibatan Swasta Lewat Izin Tambang

Festival Literasi Padang 2026, Fadly Amran Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Kreativitas

Jelang Idul Adha, Pemko Padang Siapkan Pemeriksaan 64 Kandang