PADANG, KP – Menghadapi lonjakan konsumsi rumah tangga menjelang Idul Fitri 1447 H, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menambah pasokan elpiji di Sumatera Barat hingga 19,5 persen. Penambahan setara 2.400 metrik ton ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan bahan bakar gas di tengah tingginya aktivitas memasak masyarakat selama lebaran.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Sumbar, Fakhri Rizal menyebutkan bahwa penebalan stok sudah mulai mengalir ke pasar sebesar 10 hingga 15 persen dari kebutuhan normal hingga pertengahan Maret ini. Langkah proaktif tersebut merupakan respons atas prediksi kenaikan konsumsi energi yang rutin terjadi setiap momentum hari raya.
“Hingga 14 Maret, distribusi tambahan sudah masuk. Ini upaya kami mengantisipasi lonjakan permintaan agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang tanpa terkendala urusan dapur,” jelas Fakhri Rizal melalui keterangan resminya, Senin (16/3).
Berdasarkan data internal perusahaan, total kebutuhan elpiji di Ranah Minang selama Maret 2026 diperkirakan menembus angka 14 ribu metrik ton. Untuk mengawal ketersediaan tersebut, Pertamina memastikan seluruh Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) tetap beroperasi penuh, termasuk pada hari libur nasional guna menjaga stabilitas rantai pasok.
Pertamina juga telah menyiagakan 173 agen resmi di seluruh pelosok Sumatera Barat. Fakhri mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying), mengingat stok gas melon 3 kilogram maupun Bright Gas nonsubsidi dalam posisi sangat aman.
Di sisi lain, Pertamina meminta Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan di lapangan. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar harga jual di tingkat pangkalan resmi tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan, demi melindungi konsumen dari oknum pengecer yang memanfaatkan situasi lebaran. (ak/*)
