Kabupaten Solok Luncurkan Program Integrasi Layanan Kesehatan Primer

PEMKAB Solok luncurkan Program Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) di Gedung Solok Nan Indah, baru-baru ini.

SOLOK, KP – Kabupaten Solok baru saja meluncurkan Program Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Acara tersebut diselenggarakan di Gedung Solok Nan Indah, baru-baru ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Solok Epyardi Asda, Sekretaris Dirjen Kesmas Kemenkes RI Niken Wastu Palupi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Rosmadeli, serta para staf ahli, kepala dinas, camat, kepala puskesmas, dan kader kesehatan se-Kabupaten Solok.

Sekretaris Dirjen Kesmas Kemenkes RI, Niken Wastu Palupi, juga menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan dalam transformasi layanan primer melalui ILP, dengan tujuan utama menjaga masyarakat tetap sehat.

Ia berharap puskesmas dapat berperan lebih aktif dalam memberikan edukasi kesehatan dan menjalin kerjasama dengan posyandu serta melakukan kunjungan rumah untuk melayani masyarakat.

Bupati Solok, Epyardi Asda, menekankan pentingnya ILP bagi masyarakat Solok, yang dilayani oleh 19 puskesmas, 85 puskesmas pembantu, dan 628 pusat pelayanan terpadu dengan dukungan 3.140 kader kesehatan. “Dengan semangat Solok Super Team, kami terus bertekad untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Kabupaten Solok,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu dilakukan pencanangan dan penandatanganan komitmen Implementasi ILP oleh Bupati Solok, Sekretaris Dirjen Kesmas Kemenkes RI, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, dan Ketua TP-PKK Kabupaten Solok.

Melalui program ILP, Kabupaten Solok berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan kesehatan primer yang lebih baik, dengan fokus pada pencegahan dan edukasi kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Zulhendri, menjelaskan bahwa layanan kesehatan saat ini telah bertransformasi dari pendekatan pengobatan ke arah pencegahan.

ILP memperluas jaringan pelayanan kesehatan mulai dari puskesmas hingga posyandu, dengan dukungan penuh dari kader kesehatan yang bekerja sama dengan Kader PKK. Upaya ini telah memberikan hasil positif, termasuk penurunan angka stunting di Kabupaten Solok dari 40,1 persen pada 2021 menjadi 25,2 persen berdasarkan survei terbaru.

Zulhendri juga melaporkan bahwa Kabupaten Solok telah menerima dukungan dana hampir Rp 4 miliar dari Kementerian Kesehatan untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita. Di sisi lain, Kabupaten Solok meraih predikat imunisasi dasar tertinggi di Sumatera Barat pada triwulan pertama tahun 2024, serta telah melakukan skrining penyakit tidak menular kepada 124.600 pelajar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Rosmadeli, memuji langkah Kabupaten Solok dalam mengimplementasikan ILP, yang menurutnya sangat sesuai dengan transformasi layanan kesehatan yang berfokus pada siklus kehidupan.

Ia menekankan pentingnya penguatan PWS, transformasi digital, serta pemberdayaan posyandu dalam mendukung kesehatan masyarakat. (van)

Related posts

Hari Kelima, Dua Pelajar SD Tenggelam di Pantai Ujung Karang Masih Dicari

Digerebek Warga, Sepasang Kekasih Diamankan Satpol PP di Parupuk Tabing

312 Mahasiswa UNES Diterjunkan Verifikasi Padang Rancak Award