TANAH DATAR, KP – Bupati Tanah Datar, Eka Putra menegaskan komitmennya dalam menjalankan Program Unggulan (Progul) Daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, beberapa program seperti Progul Makan Rendang atau Program Maksimalkan Pemberantasan Rentenir Agar Hilang di Tanah Datar masih kurang diminati oleh masyarakat, meskipun menawarkan pinjaman tanpa bunga dan tanpa agunan.
Hal ini diungkapkan Bupati Eka Putra saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus doa bersama dan syukuran aqiqah di Masjid Hidayah, Balai Mato Aia, Nagari Batipuah Ateh, Kecamatan Batipuh, Senin malam (16/9).
Menurut Bupati, salah satu alasan kurang diminatinya program Makan Rendang adalah karena kurangnya pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pinjaman tanpa bunga ini. “Masih banyak masyarakat yang enggan menggunakan program ini karena mungkin masih kurang sosialisasi atau terbiasa dengan pinjaman ke bank,” ujar Eka Putra.
Pemerintah daerah terus berupaya memberantas praktik rentenir yang meresahkan pedagang kecil dan masyarakat umum. Progul Makan Rendang hadir sebagai solusi alternatif bagi para pelaku UMKM dan masyarakat yang menghadapi masalah ekonomi. “Praktik rentenir masih merajalela, namun melalui program ini, kami berusaha membantu masyarakat mengatasi masalah tersebut,” tambahnya.
Selain Makan Rendang, Bupati Eka Putra juga memaparkan beberapa program unggulan lainnya, seperti Satu Rumah Satu Hafizh/Hafizah, Satu Nagari Satu Event, program kuota pupuk bersubsidi, perbaikan jaringan irigasi, serta asuransi tani dan ternak. Semua program tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Tanah Datar.
Di tempat yang sama, Wali Nagari Batipuh Ateh, Ade Putra, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati di acara tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati yang masih menyempatkan hadir meskipun di tengah kesibukannya. Ini adalah momen yang sangat berarti bagi masyarakat Balai Mato Aia,” ujar Ade Putra.
Selain peringatan Maulid Nabi, acara tersebut juga diisi dengan syukuran aqiqah yang dilakukan setiap tahun. Pada tahun ini, sebanyak 17 anak diaqiqahkan dengan menyembelih dua ekor sapi dan tiga ekor kambing. (nas)