Kejar Target Sebelum Ramadan, Pembangunan Huntara di Sumbar Masuki Tahap Akhir

Personel TNI dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol saat merampungkan pembangunan unit Huntara di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam. Sebanyak delapan titik pembangunan huntara di Sumbar kini memasuki tahap penyelesaian akhir dan ditargetkan siap huni sebelum Februari 2026.

PADANG, KP — Progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera Barat menunjukkan perkembangan signifikan. Laporan terbaru dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mencatat, delapan titik lokasi pembangunan huntara kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).

Akselerasi pembangunan ini melibatkan sinergi kuat antara TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta pemerintah daerah. Di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, deretan huntara sudah berdiri kokoh dengan personel TNI yang tengah merampungkan pemasangan jendela dan tulang bangunan.

Kondisi serupa terlihat di Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, di mana petugas sedang melakukan pengerasan fondasi dan pemasangan tiang baja ringan. Sementara di Korong Asam Pulau, Kabupaten Padang Pariaman, dan Nagari Puluik-Puluik, Pesisir Selatan, personel TNI dan Polri terpantau bahu-membahu melakukan pengecoran serta mobilisasi material agar hunian dapat segera ditempati.

“Targetnya, rumah sudah bisa dihuni sebelum bulan Ramadhan 1447 Hijriyah atau pada Februari mendatang. Kami terus berupaya mengakselerasi pengerjaan di lapangan agar masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal yang layak,” tulis laporan resmi BNPB terkait progres pembangunan tersebut, Kamis (22/1).

Berdasarkan data terkini, dari total 50.974 unit rumah yang rusak berat akibat bencana, sebanyak 27.946 unit telah diajukan untuk pembangunan huntara. Hingga saat ini, sebanyak 1.286 unit huntara telah selesai dibangun sepenuhnya dan siap huni, sementara ribuan unit lainnya masih dalam proses pengerjaan intensif di delapan titik prioritas.

Delapan titik lokasi pembangunan yang tengah berproses meliputi: Jorong Kayu Pasak (Agam), Nagari Koto Tinggi (Limapuluh Kota), Nagari Anduring (Padang Pariaman), Nagari Puluik-Puluik (Pesisir Selatan), Nagari Bungo (Tanah Datar), Kelurahan Kapalo Koto (Kota Padang), Nagari Katapiang (Padang Pariaman), dan Jorong Kubu Gadang (Tanah Datar).

Pemerintah berharap penyediaan huntara ini menjadi solusi cepat dalam memulihkan kondisi psikososial warga sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Keberadaan huntara yang layak diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penyintas bencana di Sumatera Barat sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap (Huntap) dilaksanakan. (mas)

Related posts

Atasi Sedimentasi Pascabencana, Padang Dorong Keterlibatan Swasta Lewat Izin Tambang

Festival Literasi Padang 2026, Fadly Amran Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Kreativitas

Jelang Idul Adha, Pemko Padang Siapkan Pemeriksaan 64 Kandang