PESISIR SELATAN, KP — Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, pada awal pekan ini. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir dan tanah longsor ekstrem akhir tahun lalu.
Didampingi Wakil Bupati Pesisir Selatan, rombongan meninjau langsung progres fisik bangunan Huntara di Nagari Puluik-Puluik yang kini telah berdiri. Selain mengecek kualitas bangunan, Rustian juga mengevaluasi rencana lokasi pembangunan Huntara tambahan di Nagari Taratak Baru guna memastikan aspek keamanan lokasi dari potensi bencana susulan.
“Kami ingin memastikan hunian sementara yang disiapkan benar-benar layak, aman, dan dapat mendukung pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Hunian sementara adalah jembatan menuju pemulihan. Karena itu, kesiapan sarana dan prasarana harus dipastikan sejak awal,” tegas Rustian di sela-sela peninjauan.
BNPB memberikan perhatian khusus pada ketersediaan sarana pendukung seperti akses air bersih, sanitasi, dan kelistrikan di tiap unit hunian. Percepatan pembangunan ini menjadi prioritas utama pemerintah pusat agar para penyintas tidak terlalu lama berada di tenda darurat atau menumpang di rumah kerabat, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif di wilayah Pesisir Selatan.
Wakil Bupati Pesisir Selatan menyampaikan apresiasi atas komitmen BNPB yang mengawal langsung proses transisi darurat menuju pemulihan di wilayahnya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mensinkronkan data warga terdampak agar seluruh bantuan pembangunan hunian, baik sementara maupun tetap, dapat terealisasi secara bertahap dan tepat sasaran.
Kunjungan lapangan ini menjadi sinyal kuat sinergi antara pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi serta sosial masyarakat di Bayang Utara.
Dengan kesiapan lahan dan dukungan anggaran dari BNPB, diharapkan seluruh warga terdampak di Nagari Puluik-Puluik dan sekitarnya dapat segera memulai hidup baru di hunian yang lebih manusiawi sebelum memasuki bulan Ramadan. (don)