PADANG, KP – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan percepatan pemulihan layanan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat. Hingga awal Februari 2026, sebanyak 52 unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 13 kabupaten dan kota di Sumbar telah berhasil difungsikan kembali dengan kapasitas layanan mencapai 2.263 liter per detik.
Secara keseluruhan di wilayah Sumatera, Kementerian PU telah memulihkan 143 unit SPAM dari total 176 unit yang terdampak, atau setara dengan 82 persen. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa akses air bersih merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat ditunda, terutama bagi warga di pemukiman dan lokasi pengungsian.
“Air bersih dan sanitasi adalah kebutuhan utama masyarakat. Sejak fase tanggap darurat, kami fokus memastikan layanan air minum tetap tersedia, baik melalui pemulihan jaringan permanen maupun penyediaan sarana darurat,” ujar Dody, Minggu (8/2).
Khusus untuk Sumatera Barat, Kementerian PU menargetkan penanganan permanen terhadap seluruh infrastruktur air bersih yang rusak akan rampung secara bertahap hingga Agustus 2028. Sebagai langkah jangka panjang guna menjamin ketersediaan air baku, pemerintah juga tengah membangun sumur bor dalam di lokasi dengan kerusakan jaringan berat.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air saat ini juga tengah mengerjakan satu unit sumur bor dalam di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Selain itu, Direktorat Jenderal Cipta Karya juga menyiapkan pembangunan 18 unit sumur bor dalam lainnya yang saat ini tengah memasuki tahap survei dan pengerjaan geolistrik untuk menentukan titik pengeboran yang tepat.
Selama masa transisi pemulihan ini, Kementerian PU menyiagakan 537 unit sarana darurat untuk menjangkau wilayah yang infrastrukturnya belum pulih sepenuhnya. Sarana tersebut meliputi mobil tangki air, Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile, hidran umum, hingga fasilitas sanitasi berupa toilet portable.
Upaya komprehensif ini merupakan bagian dari program ‘Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak’ untuk menjalankan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat pascabencana. (ak/*)