SIJUNJUNG, KP – Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Tanah Badantuang- Tanjuang Ampalu, Kabupaten Sijunjung, tepatnya di Tapian Lincia, Guguak Dadok, Pasar Jumaik hingga di samping PDAM mengalami kerusakan parah dan jadi sorotan publik.
Pasalnya, di sepanjang ruas jalan penghubung antar kabupaten/kota tersebut dipenuhi lubang. Kondisi kerusakan pada ruas jalan berada dalam pengawasan dinas Bina Marga Cipta Karya dan Penataan Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat itu sudah berlangsung lama.
Bukan hanya itu, kerusakan jalan juga terjadi pada proyek peningkatan jalan di ruas Tanjuang Ampalu-Sitangkai senilai Rp4 miliar tahun anggaran 2023 lalu. Kerusakan itu diduyga akibat buruknya mutu struktur pelaksanaan.
Berdasarkan pantauan KORAN PADANG, terlihat sejumlah kendaraan melaju secara perlahan melintasi lubang yang cukup dalam dan lebar guna menghindari kecelakaan lalulintas. Apalagi jika dilewati pada malam hari di saat hujan deras, lubang-lubang itu tidak terlihat lagi akibat digenangi air. Sehingga membuat ruas tersebut menjadi sangat rawan kecelakaan lalulintas.
Salah seorang pengguna jalan, Wandi (57 tahun) mengatakan, BMCKTR Provinsi Sumbar harus bergerak cepat memperbaiki kerusakan jalan ruas provinsi tersebut. Menurutnya, perbaikan jalan hendaknya segera dilakukan dengan konektivitas yang lebih baik lagi. Dengan itu dapat dipastikan mobilitas angkutan barang, jasa, dan manusia, akan menjadi lebih lancar.
“Lalu lintas lancar akan berdampak pada peningkatan produktivitas perekonomian masyarakat,” ulasnya.
Sementara, Kepala Dinas BMCKTR Sumbar Era Sukma Munaf, saat dikonfirmasi KORAN PADANG melalui telepon seluler, mengaku sedang rapat. (shb)