PAYAKUMBUH, KP – Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Fajar Utomo menilai, keberadaan kuda memiliki potensi besar sebagai daya tarik pariwisata di Kota Payakumbuh.
“Berkuda dapat menjadi daya tarik utama pariwisata di Kota Payakumbuh, dengan semua yang ditawarkannya, mulai dari kualitas kuda, kegiatan joki, hingga antusiasme masyarakatnya,” ujar Fajar Utomo setelah mengunjungi Gelanggang Pacu Kuda, Kamis (11/7).
Selain itu, Staf Ahli Menparekraf ini juga mengunjungi Fakhira Stable, salah satu penangkaran kuda terkemuka di Kota Payakumbuh yang pernah menghasilkan kuda tercepat dalam salah satu perlombaan.
Fajar menyatakan bahwa potensi ini perlu didukung penuh oleh pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Payakumbuh.
“Semua potensi yang ada harus dimaksimalkan. Kuda merupakan potensi besar di Payakumbuh, seperti yang ditunjukkan dengan keberhasilan empat kuda dari Sumatera Barat, tiga di antaranya berasal dari Payakumbuh, yang berkompetisi di PON,” katanya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno, menambahkan bahwa industri berkuda perlu mendapatkan perhatian lebih besar dan harus diperkenalkan lebih luas untuk menarik perhatian yang lebih besar.
“Kita bersyukur Kota Payakumbuh dipercaya menjadi tuan rumah Gubernur Cup pada bulan September mendatang. Hal ini membuktikan potensi besar yang kita miliki, dan sekarang kita harus mengoptimalkannya,” ungkapnya.
Suprayitno menegaskan bahwa Payakumbuh tetap menjadi salah satu pusat peternakan kuda terbesar di Sumatera Barat dan Indonesia.
“Hingga saat ini, banyak daerah lain yang datang ke Payakumbuh untuk mendapatkan kuda. Ini adalah dukungan yang harus kita teruskan,” ujarnya, didampingi Sekretaris Daerah Payakumbuh, Rida Ananda. (dst)