PADANG, KP — Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat melewakan gelar adat Sako Suku Koto Belanti Padang yang merupakan balahan Suku Koto Nagari Saniangbaka kepada Dr. Rahyussalim. Dalam prosesi adat yang sarat simbol itu, ia dianugerahi gelar Datuak Bagindo Nan Kuniang.
Meski hujan mengguyur Kota Padang pada pagi hari, prosesi pelewaan gelar yang digelar Sabtu (21/11) di Komplek Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi tetap berlangsung khidmat. Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh nasional serta kolega dari Sabah, Malaysia.
Pelewaan gelar adat tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momen penting bagi masyarakat Minangkabau untuk mengukuhkan tokoh berprestasi yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.
Rahyussalim dikenal sebagai dokter spesialis ortopedi dan traumatologi yang berpraktik di sejumlah rumah sakit besar di Jakarta. Keahliannya meliputi micro invasive spine surgery berbasis laser, regenerative orthopaedic spine surgery, hingga layanan berbasis stem cell, yang menjadikannya salah satu rujukan utama dalam penanganan masalah tulang belakang di Indonesia.
Selain aktif secara klinis, ia juga mengajar dan meneliti di Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FKUI/RSCM. Di organisasi ilmiah, ia menjabat sebagai Ketua Asosiasi Sel Punca Indonesia periode 2022–2025. Ia juga dikenal sebagai Ketua IKA SMAN 3 Padang dan kerap berkontribusi bagi almamater serta daerah kelahirannya.
Usai prosesi, Rahyussalim menyampaikan harapannya agar penganugerahan gelar adat ini dapat membuka jalan bagi kerja sama internasional, khususnya antara Pemerintah Provinsi Sumbar dan negara-negara tetangga.
“Kita lihat sendiri, acara ini turut dihadiri oleh kolega dari Sabah, Malaysia. Tentu ini akan berdampak bagi Pemprov Sumbar. Gubernur harus bisa membuka jaringan kerja sama dengan pihak luar,” ujarnya.
Ia juga berharap hubungan budaya dan adat antara Sumbar dan Sabah dapat diperkuat melalui momentum ini.
“Dengan pelewaan ini, kita berharap adanya jalinan kerja sama adat dan budaya antara Sabah dan Pemprov Sumbar. Mereka bahkan sudah berjanji akan mengundang kita ke acara adat di sana,” katanya.
Acara ini turut dihadiri Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, dan Sekda Kota Padang Andre Algamar. Gubernur Sumbar diwakili oleh perwakilan. Hadir pula Dekan Fakultas Kedokteran UI, Direktur Utama RSPAD Gatot Soebroto Mayjen TNI Ichsan Firdaus, serta sejumlah tokoh penting lain.
Kehadiran para tokoh nasional tersebut menegaskan pentingnya prosesi pelewaan gelar adat sekaligus menunjukkan pengakuan terhadap integritas dan kontribusi besar Rahyussalim di bidang medis dan sosial. (bim)