BUKITTINGGI, KP — Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menemui 16 Kepala Keluarga (KK) atau 49 jiwa yang direlokasi pasca-bencana longsor di Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang (BCKR), Jumat (28/11). Kunjungan ini sekaligus menjadi penegasan Wako agar warga yang tinggal di kawasan rawan bencana segera pindah permanen demi keselamatan jiwa.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir cukup berdampak pada Kota Bukittinggi. Tercatat ada dua titik longsor di Kelurahan BCKR, 15 pohon tumbang, serta lima lokasi genangan air di Sanjai, Garegeh, dan Talao.
Meskipun tidak ada korban jiwa, pemerintah berharap warga terus waspada mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih berlanjut. Untuk sementara, 49 jiwa yang terdiri dari 16 KK diungsikan di salah satu MDA di daerah setempat.
“Kemarin masih ada longsor di Bukik Cangang, ada dua titik. Sekarang warga di sana yang kita ungsikan sebanyak 16 KK dengan 49 jiwa, termasuk anak anak. Mereka kita ungsikan di MDA di daerah setempat,” ungkap Wako Ramlan.
Ia meminta warga agar menjauhi bibir ngarai dan kawasan rawan longsor lainnya. Ia menekankan bahwa musibah bisa terjadi kapan saja. Sebagai antisipasi korban jiwa, Pemko Bukittinggi telah menerbitkan peraturan daerah (perda) tata ruang sejak beberapa tahun lalu.
“Kita dari pemerintah tentu ingin masyarakat itu aman dan nyaman. Namun persoalannya, masih ada warga kita yang tinggal di bibir ngarai,” jelas Wako.
Ia menambahkan, perda tata ruang mengatur jarak aman dari pinggir ngarai untuk bisa ditinggali.
“Pemerintah berharap, warga yang berada di pinggir ngarai ini, bisa pindah ke lokasi yang aman dan nyaman,” harap Wako.
Saat ini, para pengungsi terus diberikan perhatian dan bantuan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, kepolisian, TNI, MBG, hingga pemeriksaan kesehatan. (mas)
