Makan Bajamba Meriahkan Peringatan HUT ke-31 Lubuk Basung

Makan bajamba di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Jumat (19/7), dalam rangkaian peringatan HUT ke-31 Lubuk Basung sebagai Ibu Kota Kabupaten Agam

AGAM, KP – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Lubuk Basung sebagai Ibu Kota Kabupaten Agam dimeriahkan dengan tradisi makan bajamba, di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Jumat (19/7).

Salah satu tokoh masyarakat yang ikut meramaikan acara tersebut, N. Dt Asa Labiah dalam sambutannya menyampaikan, banyak perjuangan dan tantangan yang dihadapi dalam menjadikan Lubuk Basung sebagai ibu kota kabupaten.

“Makan bajamba ini merupakan wujud syukur atas perjuangan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam 31 tahun ini, Lubuk Basung sudah setara dengan ibu kota kabupaten lain berkat perjuangan dan kebersamaan. Selain itu, berbagai penghargaan nasional juga berhasil diperoleh, salah satunya Piala Adipura.

Sementara, Bupati Agam Andri Warman, menekankan pentingnya dukungan bersama untuk mengangkat nama Lubuk Basung lebih tinggi lagi.

“Mari jadikan Lubuk Basung sebagai daerah terkemuka di Sumbar,” katanya.

Buapti juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur dan masyarakat yang telah bekerjasama melaksanakan makan bajamba.

“Selama 3 tahun terakhir, ini makan bajamba yang paling meriah,” ucapnya.

Sebelumnya, perpindahan Ibu Kota Kabupaten Agam dari Bukittinggi ke Lubuk Basung yang terlaksana 31 tahun silam, diperingati dalam suatu upacara di halaman Kantor Bupati Agam, Jumat pagi (19/7)

Bupati Andri Warman selaku inspektur upacara mengatakan, proses perpindahan ibu kota tidak semudah dibayangkan, membutuhkan waktu 10 tahun untuk mewujudkannya.

“Alhamdulillah, meski membutuhkan proses panjang, kini kita bersama-sama merayakan 31 tahun Lubuk Basung sebagai Ibu Kota Kabupaten Agam,” ujarnya.

Upacara ini sekaligus menjadi momen evaluasi atas semua daya dan upaya yang telah dilakukan dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Kota Lubuk Basung.

“Selama 31 tahun kita membangun Lubuk Basung sebagai Ibu Kota Kabupaten Agam, terbukti bahwa dalam melaksanakan pembangunan perlu pertimbangan skala prioritas, estetika, tata ruang, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.

Salah satu yang dilakukan adalah peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Nagari Garagahan beberapa hari lalu. Bupati berharap pembangunan jembatan representatif yang akan menelan anggaran Rp6 miliar ini mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga setempat. Tidak hanya itu, Kota Lubuk Basung untuk kedua kalinya berhasil meraih Piala Adipura.

“Prestasi ini tidak lepas dari peran dan dukungan masyarakat, sekaligus bukti bahwa masyarakat bukan hanya sebagai objek tapi harus menjadi subjek dari pembangunan,” kata Bupati Andri Warman. (rzk)

Related posts

Pemko Padang Gandeng Bank Mandiri Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah

Padang Ditunjuk Tuan Rumah Seminar Kebencanaan APEKSI

Dasawisma Aloe Vera 7 Wakili Padang di Lomba Tingkat Sumbar