PADANG, KP – Pemerintah Kota Padang memperingati peristiwa heroik yang terjadi 77 tahun lalu, yaitu gugurnya Wali Kota Padang ke-2, Bagindo Aziz Chan, yang ditembak oleh serdadu Belanda. Upacara bendera yang diadakan di Lapangan Imam Bonjol pada Jumat (19/7) dihadiri oleh seluruh Forkopimda Kota Padang dan keluarga almarhum.
Penjabat (Pj) Wali Kota Padang, Andree Algamar, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam pidatonya, Andree menyatakan bahwa upacara ini bertujuan untuk memupuk kembali nilai-nilai kepahlawanan, terutama bagi generasi muda. “Tujuannya adalah agar generasi muda selalu mempunyai semangat dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan,” ujar Andree.
Bagindo Aziz Chan, yang ditunjuk sebagai Wali Kota Padang pada 15 Agustus 1946, dikenal sebagai pemimpin yang tidak kenal lelah, pemberani, dan dekat dengan masyarakat. “Beliau lekat dengan semboyan ‘langkahi mayat saya dahulu baru Belanda dapat memperluas wilayah operasinya’,” tambah Andree.
Pada 19 Juli 1947, Bagindo Aziz Chan dicegat dan dihabisi oleh serdadu Belanda di pertigaan Simpang Kandih, yang kini dikenal sebagai Simpang Tinju. Andree berharap nilai patriotisme Bagindo Aziz Chan dapat diterapkan oleh masyarakat Kota Padang, sehingga cita-cita dan perjuangan beliau dapat terwujud.
Setelah empat tahun vakum akibat pandemi COVID-19, Pemko Padang kembali menggelar kegiatan napak tilas untuk menghormati dan menghargai perjuangan Bagindo Aziz Chan. Beragam kegiatan dilaksanakan, mulai dari napak tilas, kunjungan ke museum rumah kelahiran, upacara peringatan, hingga ziarah makam ke Taman Makam Pahlawan Gulai Bancah, Bukittinggi. (mas)