YOGYAKARTA, KP – Persoalan kesejahteraan sosial menjadi isu di seluruh daerah di Indonesia. Namun, dalam penanganannya, ada daerah yang berhasil dan ada yang gagal.
Menurut Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Supardi, penanganan permasalahan sosial membutuhkan inovasi dari pemerintah dan tidak bisa hanya dilakukan melalui program rutin semata.
Dalam kunjungan Pilar-pilar Sosial Sumbar ke Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Supardi menegaskan pentingnya pendekatan lokal karena budaya dan kondisi sosial setiap daerah berbeda. Oleh karena itu, cara penanganannya juga harus disesuaikan.
“Inovasi menjadi kata kunci dalam penanganan berbagai permasalahan sosial. Walaupun anggaran melimpah tapi pemerintah tidak punya inovasi maka penanganan tersebut akan berjalan di tempat,” jelas Supardi.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengekspos kegiatan penanganan permasalah sosial yang telah dilakukan.
Salah satunya adalah penyediaan data kemiskinan secara online. DIY punya aplikasi penerima bantuan sendiri, sehingga tidak hanya mengandalkan data DTKS milik Kementrian Sosial.
“DIY melakukan pendataan nama penerima bantuan sosial yang terupdate secara berkala dengan basis Nomor Induk Kependudukan. Sehingga meminimalisir penerima bantuan ganda. Ini dilakukan untuk mengantisipasi data DTKS Kemensos yang terakhir diupdate tahun 2022 lalu,” kata Endang.
Selain itu, untuk program lanjut usia, DIY memberikan subsidi sebesar Rp 300 ribu per orang. Bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Orang lanjut usia kita berikan barcode yang bisa ditukar dengan sembako di warung milik masyarakat. Warung itu dinamakan Waluyo, yang juga milik masyarakat. Dengan program ini satu kali dayung dua pulau terlampui, orang lanjut usia terbantu, dan pemilik warung diberdayakan,” papar Endang.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Sumbar, Suryanto mengaku banyak belajar dengan Dinsos DIY dalam berbagai hal.
“Kami banyak belajar, salah satunya adalah pengelolaan pelayanan publik dan SAKIP di Dinsos DIY. SAKIP DIY dengan nilai AA tujuh tahun berturut turut, ini tentu perlu dipelajari,” kata Suyanto.
Kunjungan Pilar-pilar Sosial Sumbar ke DIY ini bertujuan untuk mempelajari pola penanganan permasalahan sosial yang dilakukan Pemprov DIY. Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Dayasos Rumainur beserta Sampono, Kadis Sosial Kota Payakumbuh Irwan Suwandi serta Kabid Dayasos Payakumbuh Tuti Herlina. Selain ke Pemprov DIY, Pilar Pilar Sosial juga mengunjungi Dinas Sosial Kabupaten Sleman. (*)