Home » Menebus Rindu Menuju Kampung Halaman

Menebus Rindu Menuju Kampung Halaman

Redaksi
A+A-
Reset

JAKARTA, KP — Geliat arus mudik menuju Sumatera Barat mulai terasa di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (16/3). Di tengah tumpukan koper dan kardus oleh-oleh, para perantau Minang mulai memadati terminal untuk mengamankan kursi bus lebih awal demi menghindari puncak kepadatan menjelang Lebaran.

Salah satu pemudik, Awan (27 tahun), mengaku sengaja merencanakan kepulangannya ke Padang jauh-jauh hari sebagai penebus rindu yang telah terpendam lama. Baginya, perjalanan kali ini sangat spesial karena merupakan kepulangan pertamanya setelah tiga tahun tertahan di perantauan Jakarta.

“Sudah kangen juga sama keluarga di rumah, sejak 2023 belum pulang-pulang. Jadi memang dari jauh-jauh hari sudah rencana mudik pada lebaran tahun ini,” ujar Awan, di sela keramaian terminal saat bersiap menempuh perjalanan darat lintas Sumatera.

Bagi masyarakat perantauan, momen Lebaran merupakan satu-satunya waktu di mana seluruh anggota keluarga dapat berkumpul lengkap di meja makan. Hal inilah yang membuat Awan rela membawa tumpukan barang bawaan dan buah tangan khusus untuk kedua orang tuanya di kampung halaman, meski harus menempuh perjalanan yang melelahkan.

Menariknya, ia justru lebih memilih menggunakan moda transportasi bus ketimbang pesawat terbang. Awan menuturkan bahwa dirinya ingin menikmati setiap proses perjalanan menuju pulang, termasuk dinamika di jalur darat yang kerap diwarnai kemacetan panjang.

“Yang penting bisa sampai rumah dan ketemu keluarga. Capek di jalan juga rasanya terbayar kalau sudah sampai kampung,” pungkasnya.

Kepulangan para perantau lebih awal ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan penumpang pada puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada H-3 hingga H-1.

Kementerian Perhubungan memprediksi sekitar 5,36 juta orang akan mudik ke Sumbar pada Lebaran 1447 Hijriah ini. Sementara itu, sebanyak 1,88 juta warga Sumbar diperkirakan melakukan pergerakan keluar daerah domisili.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Sumbar menuntut kesiapan matang, responsif, dan terintegrasi. Sinergi kuat antara Kemenhub, Pemprov Sumbar, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan menjadi kunci mengelola arus mudik dan balik secara efektif.

“Sumbar dikenal sebagai daerah dengan jumlah perantau yang besar, sehingga setiap menjelang Hari Raya Idulfitri, terjadi arus kedatangan yang signifikan dari berbagai daerah di Indonesia menuju kampung halaman di Ranah Minang,” kata Dudy dalam rapat koordinasi dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Padang.

Lebih lanjut dia mengatakan, kesiapan simpul transportasi utama seperti bandara dan terminal perlu dipersiapkan sebaik-baiknya. Dukungan yang dibutuhkan meliputi penyiapan posko, tempat istirahat, antisipasi kepadatan, penyediaan informasi, pemantauan daerah rawan bencana, serta pengaturan dan rekayasa lalu lintas.

“Kami harap Pemprov Sumbar bersama dengan pemangku kepentingan terkait dapat melakukan posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran, memastikan kesiapan armada dan simpul transportasi, serta melakukan pemeriksaan kendaraan dan pengemudi,” pungkasnya. (ilc)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?