SOLOK, KP – Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar, menyampaikan bahwa untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Solok salah satunya adalah dengan beralih dari pertanian tradisional ke pertanian modern.
“Kita harus siap menghadapi tantangan masa depan. Kota Solok yang dikenal dengan potensi pertaniannya yang kaya, terutama padi, harus bertransformasi. Tidak hanya mengandalkan metode tradisional, kita harus memanfaatkan teknologi modern untuk bersaing dan memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat,” kata Wako Zul Elfian, Rabu (25/9), menyikapi perkembangan dalam sektor pertanian yang telah menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Kota Solok sejak dulu.
Ia menjelaskan, pertanian tradisional yang mengandalkan metode manual telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Solok selama berabad-abad. Namun dengan adanya perubahan iklim, lahan pertanian yang semakin terbatas, dan permintaan pangan yang tinggi, modernisasi pertanian menjadi hal yang mutlak diperlukan.
“Digitalisasi dan teknologi modern adalah kunci. Dengan memanfaatkan data cuaca, pengelolaan air yang efisien, dan alat pertanian canggih, petani kita bisa lebih produktif dan ramah lingkungan,” tambah Zul Elfian.
Untuk mendukung transformasi ini, ia menekankan perlunya inisiatif seperti pelatihan bagi petani dalam penggunaan teknologi pertanian cerdas, termasuk sensor tanah untuk mendapatkan informasi kondisi kesuburan tanah secara real-time serta mesin otomatis untuk mempermudah proses penanaman dan panen.
Wako Zul Elfian juga mengajak petani untuk terbuka terhadap perubahan dan siap belajar hal-hal baru yang dapat meningkatkan hasil panen mereka. Menurutnya, selain menghasilkan beras, sawah di Solok juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata.
“Petani adalah ujung tombak. Kita tidak bisa melangkah maju tanpa mereka. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung petani melalui penyuluhan, fasilitasi, bantuan alat pertanian, dan akses ke pasar yang lebih luas,” tegasnya.
Wako Zul Elfian berharap Kota Solok dapat menjadi pelopor penerapan pertanian modern di Sumatera Barat, tanpa melupakan akar tradisional yang menjadi identitas kota. Ia yakin, dengan kerjasama erat antara pemerintah, petani, dan pelaku industri, masa depan pertanian di Solok akan semakin cerah dan berkelanjutan.
“Kita berada di ambang perubahan besar. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, saya yakin Kota Solok akan menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan dalam sektor pertanian modern di Indonesia,” pungkasnya. (van)