Home » MUI Sumbar Abadikan Nama Mantan Ketua di Gedung Baru

MUI Sumbar Abadikan Nama Mantan Ketua di Gedung Baru

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat melakukan langkah bersejarah untuk menghormati para pejuang dakwah di Ranah Minang. Dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor lama beberapa waktu lalu, disepakati bahwa nama-nama Ketua Umum MUI Sumbar dari masa ke masa akan diabadikan menjadi nama lantai dan aula di gedung baru mereka.

Gedung baru MUI Sumbar yang terdiri dari lima lantai dan dua aula tersebut akan menjadi simbol apresiasi bagi para ulama yang telah mengabdi. Ketua Umum MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar Datuak Palimo Basa, menyebut langkah ini bertujuan untuk mempopulerkan kembali rekam jejak para tokoh ulama kepada generasi muda.

“Ini adalah upaya kami untuk memberikan apresiasi kepada para Ketua Umum MUI Sumbar terdahulu yang telah membawa marwah (izzah) dan pengabdian (khidmah) bagi umat,” ujar Ketua Umum MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, dalam keterangannya dikutip Rabu (7/1).

Di antaranya, aula utama gedung megah tersebut akan dinamai Aula Buya Datuak Palimo Kayo, merujuk pada ketua pertama MUI Sumbar, Mansoer Datuk Palimo Kayo. Adapun deretan nama ulama besar yang pernah memimpin MUI Sumbar antara lain Buya Mansoer Datuk Palimo Kayo (1975-1985), Buya Djalaluddin (1985-1995), dan Buya Amir Syarifuddin (1995-2000). Kemudian dilanjutkan oleh Buya Mansoer Malik Datuak Sigoto (2000-2003), Buya Nasrun Haroen (2003-2010), Buya Syamsul Bahri Khatib (2010-2015), hingga kepemimpinan Buya Gusrizal Gazahar sejak 2015.

Keputusan ini diambil dalam rapat yang dihadiri jajaran lengkap dewan pimpinan, termasuk Sekretaris Umum Zulfan dan Bendahara Umum Yufni Faisol.

Selain membahas penamaan gedung, pertemuan ini juga mematangkan persiapan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) menjelang Musyawarah Daerah (Musda) MUI Sumbar dalam waktu dekat. (mas)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?