SAWAHLUNTO, KP — Anggota Fraksi PPP DPRD Sumbar, Neldaswenti, menekankan pentingnya sinergi antara pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) dan pembangunan infrastruktur untuk menunjang pariwisata di Kota Sawahlunto.
Hal ini ia sampaikan dalam sosialisasi Perda Sumbar Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengembangan Ekraf di Homestay Meutia, Desa Santua, Minggu (24/8).
Neldaswenti mengatakan, Perda Ekraf ini bertujuan untuk menggerakkan kebangkitan ekonomi kota, khususnya bagi pelaku UMKM. Ia mendorong agar produk lokal seperti Batik Arang dapat dipromosikan lebih gencar.
Namun, lanjutnya, pengembangan ekraf tidak akan optimal tanpa dukungan infrastruktur. Oleh karena itu, ia memastikan akan memperjuangkan perbaikan jalan utama Sawahlunto-Guguk Cino Padang Ganting melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir) sebesar Rp2,5 miliar.
“Jalan provinsi ini sangat vital untuk mobilitas wisatawan. Kalau aksesnya baik, otomatis ekraf, pariwisata, dan UMKM ikut terdongkrak,” tegasnya.
Sementara, Perwakilan Dinas Pariwisata Sumbar, Agustin mengatakan, Perda Ekraf ini mendukung 10 subsektor, dan Sawahlunto memiliki potensi besar di sektor fashion, seperti kerajinan Batik Arang. (fai)