PADANG, KP – Kota Padang tetap menargetkan juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-41 tingkat Sumatera Barat di Bukittinggi, meski daerah itu tengah dilanda bencana banjir bandang. Ajang tersebut berlangsung selama 13–17 Desember.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang, Jasman, menegaskan kondisi bencana tidak menyurutkan semangat kafilah untuk berprestasi. “Meski sedang dilanda bencana, kami tetap optimis juara,” ujar Jasman di Padang, Senin (15/12).
Optimisme itu menguat karena Kota Padang bertekad merebut kembali gelar juara umum yang sempat lepas pada pelaksanaan MTQN sebelumnya. Kasubag Keagamaan Kesra Setdako Padang, Zul Asfi Lubis, menyebut kehadiran kafilah Padang di Bukittinggi membawa misi besar. “Kami hadir di sini dan bertekad membawa pulang juara umum itu kembali,” kata Zul Asfi.
Untuk mewujudkan target tersebut, Kota Padang menurunkan 120 orang kafilah. Dari jumlah itu, 76 peserta akan berlaga di arena MTQ, sementara 44 lainnya merupakan ofisial dan pelatih. “Kami menurunkan kekuatan penuh di MTQ kali ini,” ujarnya.
Zul Asfi menjelaskan, Kota Padang mengikuti 13 cabang perlombaan. Satu cabang yang tidak diikuti yakni Tilawah Alquran Tuna Netra. “Hari ini (kemarin-red) ada 25 cabang yang diikuti oleh kafilah kita,” ucapnya.
Ia berharap dukungan penuh masyarakat Kota Padang, baik secara moril maupun materil, agar target juara umum dapat tercapai.
Sebelumnya, seluruh kafilah MTQN Kota Padang dilepas di Hotel Rangkayo Basa, Padang, pada 13 Desember. Rombongan kemudian bertolak ke Bukittinggi dan diinapkan di Grand Malindo Hotel.
Pembukaan MTQN di Bukittinggi dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Seluruh kafilah Kota Padang dipastikan mengikuti perlombaan di arena MTQ Lapangan Kantin, Bukittinggi. (*/nda)