PADANG, KP — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera mengumumkan bahwa proses pembersihan lumpur di wilayah Sumatera Barat telah tuntas sepenuhnya. Capaian ini menjadi langkah krusial dalam memulihkan aktivitas masyarakat serta normalisasi fasilitas publik yang sempat terganggu akibat bencana banjir dan tanah longsor.
Berdasarkan data rekapitulasi pada Sabtu (28/3), seluruh 29 lokasi yang menjadi target pembersihan lumpur di Ranah Minang telah ditangani secara maksimal. Selain pembersihan pemukiman, fokus utama saat ini beralih pada rehabilitasi lahan pertanian guna menjaga ketersediaan pangan dan memulihkan ekonomi para petani lokal.
“Lumpur ini menjadi problem yang paling utama di lowland dan kita sudah mencatat tim ini merekap di mana saja titik-titiknya,” ujar Satgas dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3).
Secara keseluruhan, pembersihan di tiga provinsi terdampak telah mencapai angka 84 persen namun Sumatera Barat mencatatkan progres paling cepat karena sudah merampungkan seluruh titik target.
Progres positif juga terlihat pada sektor pertanian di mana sebanyak 779 hektare sawah dari total target 3.902 hektare di Sumatera Barat berhasil dipulihkan. Angka pemulihan lahan ini tergolong yang tertinggi jika dibandingkan dengan capaian di Provinsi Aceh maupun Sumatera Utara dalam periode yang sama.
Selain pembersihan dan rehabilitasi lahan, pemerintah juga memprioritaskan normalisasi sungai yang mengalami sedimentasi pascabencana. Langkah ini sangat penting untuk mencegah risiko banjir susulan sekaligus memastikan sistem irigasi bagi lahan pertanian warga tetap terjaga secara berkelanjutan agar produktivitas petani kembali normal. (ak/*)
