AGAM, KP – Bupati Agam Andri Warman membuka pelatihan konselor pendamping Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) dan perempuan korban kekerasan, di Hotel Sakura, Lubuk Basung, Senin (15/7).
Pelatihan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini akan berlangsung selama tiga hari dengan jumlah peserta 40 orang.
Bupati Andri Warman mengatakan, kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah permasalahan sosial yang harus segera ditangani. Menurutnya, sering kali korban dan masyarakat sekitar tidak tahu harus mengadu dan melakukan apa saat terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, lembaga penyedia layanan yang diharapkan mampu membantu korban kekerasan masih kurang dibekali dengan pengetahuan tentang cara menangani korban.
“Oleh karena itu, pelatihan konselor ini sangat penting untuk membentuk SDM dan relawan pendamping anak dengan keahlian dalam konseling, terapi, dan advokasi dalam memberikan pelayanan bagi anak dan perempuan korban kekerasan yang memerlukan perlindungan khusus,” kata Andri Warman.
Selain itu, lanjutnya, pelatihan ini diharapkan mampu memberikan penguatan dan pemulihan diri korban kekerasan secara psikososial serta menyosialisasikan peran dan fungsi bimbingan konseling secara mandiri dan percaya diri.
Sementara, Kepala Dinas Dalduk KB PP dan PA Agam, Surya Wendri mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan merupakan utusan dari 30 nagari perwakilan, dari Dinas Dalduk KB, PP, dan PA, Disdikbud, Dinas Sosial, dan Puspaga Agam. Pelatihan itu menghadirkan seorang psikolog Zera Mendoza sebagai narasumber. (rzk)