SOLOK, KP — Pemerintah Kabupaten Solok menggelar audiensi bersama sejumlah pihak untuk membahas pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Kecamatan X Koto Singkarak. Pertemuan berlangsung di Kantor Bupati Solok, Arosuka, Rabu (10/7).
Audiensi dipimpin Wakil Bupati Solok Candra, didampingi Asisten II Deni Prihatni. Hadir dalam pertemuan itu perwakilan Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat, sejumlah kepala OPD, Camat X Koto Singkarak, pihak Nagari Koto Sani, serta perwakilan investor PT EDC Panas Bumi Indonesia.
Audiensi dilakukan sebagai respons terhadap berkembangnya kekhawatiran masyarakat terkait rencana pengeboran geothermal di sejumlah titik, seperti Jorong Kasiak, Limo Niniak, dan Ujuang Ladang.
Camat X Koto Singkarak, Chrismon Darma, mengungkapkan adanya isu-isu simpang siur yang memicu penolakan di tengah masyarakat.
“Kegiatan eksplorasi belum dimulai, namun spanduk penolakan sudah muncul. Kami ajak masyarakat tetap tenang dan membuka ruang dialog,” katanya.
Ia menambahkan, pihak kecamatan terus menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dan pihak nagari untuk menjaga stabilitas sosial.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat, karena itu pendekatan edukatif dan berbasis fakta ilmiah harus dikedepankan,” kata Wakil Bupati Candra.
Ia mengusulkan produksi film dokumenter sebagai sarana sosialisasi, untuk menjelaskan proses pengeboran, pengelolaan limbah, dan dampak lingkungan guna menangkal hoaks yang menyamakan proyek geothermal dengan kasus Lapindo.
Sementara, Asisten II Deni Prihatni menegaskan, lokasi pengeboran telah dikaji dan berada jauh dari pemukiman serta objek wisata, seperti Air Panas Boluluang.
“Kami akan terus memantau dinamika sosial dan mendorong pendekatan yang humanis,” ujarnya.
Perwakilan PT EDC Panas Bumi Indonesia, Zulfikar, menyatakan komitmen perusahaan terhadap prinsip keterbukaan dan kehati-hatian dalam setiap tahapan proyek. Menurutnya, pengembangan geothermal ini tidak hanya mendukung energi bersih nasional, tapi juga berpeluang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Hasil audiensi ini akan dilaporkan kepada Bupati Solok sebagai bahan untuk penyusunan strategi sosialisasi kepada masyarakat sekitar proyek eksplorasi panas bumi. (bus)