Pemko Solok Gelar Salat Istisqa di Lapangan Merdeka

Ratusan warga Kota Solok mengikuti salat Istisqa di Lapangan Merdeka, Kamis (10/7), memohon hujan di tengah kemarau panjang yang melanda daerah itu.

SOLOK, KP – Mengantisipasi musim kemarau yang cukup panjang, Pemko Solok bersama masyarakat menggelar salat Istisqa di Lapangan Merdeka Kota Solok, Kamis pagi (10/7).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar memohon hujan kepada Allah SWT, menyusul kekeringan yang melanda sejumlah wilayah dan menyebabkan sawah warga mengering, tanaman layu, serta tanah mulai gersang.

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana hadir langsung bersama Wakil Wali Kota Suryadi Nurdal, didampingi sekretaris daerah, unsur forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, serta ratusan masyarakat yang antusias mengikuti salat berjamaah.

“Melalui ikhtiar ini, kita berharap segala kesalahan diampuni dan hujan segera turun mengguyur Kota Solok,” harap Wako Ramadhani.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk doa bersama, tetapi juga momentum meningkatkan kesadaran spiritual di tengah tantangan iklim. Masyarakat diimbau mengikuti kegiatan dengan khusyuk dan tertib.

Sebelum salat, jemaah dipandu oleh perwakilan Kemenag mengenai teknis pelaksanaan. Bertindak sebagai imam Ustadz Eri Chandra dan khatib Ustadz Dedi Eriyanto. Dalam khutbahnya, Ustadz Dedi mengajak umat untuk memperbanyak doa, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.

“Tak ada yang mustahil bagi Allah. Mari kita berdoa bersama agar diturunkan hujan, dan jangan lupa introspeksi diri. Lailahailla anta subhanaka inni kuntu minadzolimin,” ucapnya.

Salat Istisqa merupakan ibadah sunnah muakkadah yang dilakukan saat kekeringan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Tradisi ini telah dicontohkan Rasulullah SAW sebagai wujud ketundukan dan harapan umat kepada Sang Pencipta. (mas)

 

Related posts

Dua Pohon Tumbang, Warga Padang Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem

Antrean Pertalite dan Biosolar Kembali Mengular di SPBU Padang

Operasional Jembatan Timbang Cuma 4 Jam, Pengawasan Truk Overload Dinilai Tumpul