PADANG, KP – Pemerintah Kota Padang mempercepat rehabilitasi lahan persawahan terdampak banjir di kawasan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, dengan luas mencapai 102 hektare.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau langsung progres pengerjaan di lokasi, Senin (20/4). Ia melihat pekerjaan telah dimulai oleh masyarakat dengan dukungan alat berat dan gotong royong warga.
“Rehabilitasi lahan persawahan masyarakat ini merupakan bantuan dari kementerian yang sampai ke Kota Padang sekitar satu minggu yang lalu. Dan ini sudah langsung digotong royongkan oleh masyarakat dan ditambah beberapa alat berat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah kota akan mendorong percepatan penyelesaian agar lahan dapat segera kembali produktif dan dimanfaatkan oleh petani.
“Mudah-mudahan ini secepatnya bisa diselesaikan, kemudian lahannya bisa kembali subur. Baik melalui pengolahan tanah, maupun perbaikan irigasi dan hal lainnya agar hasilnya maksimal,” katanya.
Fadly Amran juga menyoroti kondisi petani yang terdampak cukup berat pascabencana, karena sebagian lahan tertimbun material dan lainnya mengalami kerusakan signifikan. Ia meminta jajaran terkait untuk memberi perhatian penuh kepada petani.
“Kita minta kepada dinas terkait dan camat agar benar-benar memperhatikan kondisi para petani ini. Selama beberapa bulan pascabencana, mereka tentu mengalami kesulitan dan harus mencari alternatif penghidupan. Maka percepatan rehabilitasi ini sangat penting,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yulian, menyebutkan program rehabilitasi tersebut menyasar lima kelompok tani. “Penerima manfaat rehab ini sebanyak lima kelompok tani dengan luas 102 hektare, dengan total anggaran sebesar Rp1.377.000.000,” jelasnya. (red)