PAYAKUMBUH, KP – Untuk memperkuat perwujudan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di Kota Payakumbuh, Pemko Payakumbuh mengajak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Luak Limopuluah untuk berkolaborasi.
“Kami ingin menggandeng mahasiswa untuk membimbing adik-adiknya yang masih duduk di bangku SD dan SMP dalam penguatan ABS-SBK ini, salah satunya melalui HMI,” kata Pj. Wali Kota Payakumbuh Suprayitno, didampingi Kadisdik Payakumbuh Dasril, saat menerima audiensi HMI di Rumah Dinas Wali Kota, Senin malam (1/7).
Suprayitno menyebut, peran mahasiswa sangat membantu dalam memajukan dunia pendidikan di Payakumbuh.
“Sebagian besar mahasiswa ini merupakan hafidz Al-Qur’an dan banyak dari perguruan tinggi Islam. Secara tidak langsung, mereka bisa membantu program pemerintah dalam mewujudkan generasi qurani di Payakumbuh,” ujarnya.
“Saat ini, kami kekurangan guru tahfidz. Harapan kami, mahasiswa bisa membantu menularkan ilmunya kepada siswa SD dan SMP. Apalagi kelas tahfidz merupakan program unggulan kami di sekolah,” tambahnya.
Pada bagian lain, Wako Suprayitno mengtaakan, sejak 2023 Pemko Payakumbuh telah memulai pendidikan Budaya Alam Minangkabau (BAM) untuk membentuk karakter generasi muda yang kuat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menanggapi hal itu, perwakilan HMI Luak Limopuluah, Rivo Vernando, menyatakan kesiapan jajarannya untuk bersinergi dengan Pemko Payakumbuh dalam memajukan dunia pendidikan.
“Kami siap membantu. Dari enam perguruan tinggi yang ada di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, sebagian besar ketua BEM-nya adalah bagian dari HMI. Kami siap menjembatani Pemko Payakumbuh dan kampus,” katanya.
“Insya Allah, minggu depan kami juga akan melaksanakan pelantikan pengurus baru. Mudah-mudahan ini akan memberikan warna baru untuk kemajuan Luak Limopuluah ke depannya,” pungkasnya. (dst)