PADANG, KP – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga terus melanjutkan pelaksanaan perbaikan jalan daerah di seluruh Indonesia. Perbaikan jalan daerah itu sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, melalui Inpres Jalan Daerah (IJD), jalan-jalan daerah yang rusak akan diperbaiki melalui bantuan dari pusat.
“Ruas mana saja yang akan ditangani APBN ditentukan sesuai arahan Presiden Jokowi, terutama jalan penghubung kawasan produksi dan industri, dengan outlet dan pasarnya,” kata Menteri Basuki dalam keterangannya, Selasa (7/11).
Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian menerangkan, total anggaran yang dialokasikan untuk penanganan IJD secara nasional yaitu sekitar Rp14,7 triliun untuk seluruh provinsi di Indonesia, kecuali DKI Jakarta dan Kalimantan Tengah. Saat ini progressnya sudah sekitar 30 persen. “Total yang ditangani yaitu 3.140 ruas jalan daerah provinsi dan kabupaten, lalu untuk jembatannya sepanjang 2.700 meter,” terang Hedy.
Salah satu provinsi yang mendapatkan alokasi untuk IJD yaitu Sumbar. Berdasarkan data kemantapan ruas jalan di Sumbar tahun 2022, jalan nasional sepanjang 1.423,42 km memiliki kondisi mantap 92,30 persen. Sementara jalan provinsi sepanjang 1.525,20 km memiliki kondisi mantap 74,67 persen. Sedangkan jalan kabupaten/kota sepanjang 17.474 km memiliki kondisi mantap 60,46 persen.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Thabrani mengatakan, penanganan ruas jalan melalui IJD di Sumbar tahun 2023 terbagi dalam tujuh paket pekerjaan fisik dan dua paket pengawasan dengan alokasi anggaran senilai Rp147,16 miliar.
“Pelaksanaan IJD tersebar di tujuh kabupaten/kota. Total panjang jalan yang ditangani adalah 29,84 km dengan progress fisik penanganan IJD secara keseluruhan di Sumbar mencapai 51,38 persen,” ungkapnya.
Penanganan ruas IJD tersebut meliputi Jalan Poros–Tanjung Balik Pangkalan di Limapuluh Kota, Jalan Kota Payakumbuh (Jl. Rasyid Taher, Jl. Prof. Dr. Hamka, dan Jl. H. Agus Salim), peningkatan jalan batas Kota Payakumbuh-Sitangkai, Jalan Tombang Padang–Silayang Mudik di Pasaman Barat, jalan Waterfront City Sunur–Balai Kurai Taji di Pariaman, jalan Sungai Rumbai–Batas Solok Selatan di Dharmasraya, jalan Sungai Sungkai–Log Batu Sandi/batas Dharmasraya di Solok Selatan, dan Jalan Kapujan–Rimbo Data di Solok.
Dari seluruh paket pekerjaan tersebut, terdapat beberapa paket pekerjaan yang hampir selesai. Misalnya, jalan Kota Payakumbuh, jalan Waterfront City Sunur–Balai Kurai Taji, dan jalan Kapujan–Rimbo Data. Seluruh pekerjaan tersebut dilaksanakan pertengahan tahun 2023 dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.
“Untuk Jalan Kota Payakumbuh sepanjang 3,66 km progressnya sudah 72,89 persen. Lalu jalan Waterfront City Sunur–Balai Kurai Taji sepanjang 1,96 km progressnya sudah 44,15 persen, dan jalan Kapujan–Rimbo Data sepanjang 9 km progressnya sudah 50,72 persen,” pungkas Thabrani. (mas)
