PESISIR SELATAN, KP — Puskesmas Tapan menggelar monitoring dan evaluasi pengentrian data pada aplikasi SIGIZI KESGA, Jumat (7/11), menyusul kendala teknis yang menghambat pencatatan kesehatan keluarga dan gizi masyarakat.
Kegiatan ini diikuti petugas Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dari seluruh wilayah kerja Puskesmas. Pertemuan dipimpin Plt. Kepala Puskesmas Yanti Novita bersama Kasubbag TU Suharti, Bidan Koordinator Mai Artika Sutri, serta tim KIA.
Yanti menjelaskan evaluasi bertujuan meninjau progres penginputan data sekaligus memetakan hambatan teknis yang dialami petugas. Ia menilai akurasi dan ketepatan waktu pelaporan sangat dipengaruhi pemahaman petugas terhadap mekanisme aplikasi.
“Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana progres penginputan data oleh petugas di lapangan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang mereka hadapi dalam penggunaan aplikasi,” ujar Yanti.
Tim KIA yang dipimpin Rasmayenti memberi pendampingan langsung kepada Bidan Desa. Pendampingan dilakukan di Pustu dan Poskesri dengan pembagian tim agar pemerataan lebih efektif.
“Kami berharap melalui evaluasi dan pendampingan ini, akurasi serta kelengkapan data ibu hamil, kesehatan keluarga, dan status gizi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tapan bisa meningkat,” kata Rasmayenti. Ia menambahkan, pendampingan lapangan membantu bidan memahami langkah pengentrian data, terutama menghadapi kendala teknis dalam pelaporan digital.
Kasubbag TU Suharti menegaskan pentingnya menjaga kualitas data sebagai dasar perbaikan program kesehatan. “Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan penyusunan rencana tindak lanjut. Puskesmas Tapan memastikan pendampingan berkelanjutan agar SIGIZI KESGA berjalan optimal dan laporan kesehatan keluarga lebih akurat.
