PAYAKUMBUH, KP – Memasuki awal triwulan semester kedua tahun 2024, Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Payakumbuh, menghadiri rapat koordinasi (Rakor) dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan instansi pusat terkait secara virtual, Selasa (2/7) pagi. Rakor ini bertujuan untuk membahas perkembangan inflasi di daerah.
Suprayitno, yang mengikuti rapat dari ruang rapat Wali Kota (aula Randang) lantai II kantor Wali Kota Payakumbuh, turut mendengarkan paparan dari Kemendagri dan kementerian lainnya mengenai inflasi yang terjadi pada awal bulan Juli 2024.
Dalam tanggapannya, Suprayitno menyampaikan apresiasinya atas kondisi inflasi yang terkendali di Provinsi Sumatra Barat, khususnya Kota Payakumbuh.
“Menurut data yang dipaparkan oleh Plt. Kepala BPS, Provinsi Sumbar berada di peringkat keempat nasional untuk inflasi tahunan Juni 2024 (Y on Y) dengan angka 4,04 persen. Sementara untuk paruh pertama tahun 2024, inflasi di Provinsi Sumatra Barat (Y to D) mencapai 1,85 persen, dan berada di peringkat keenam nasional,” ungkapnya.
Dia juga menegaskan bahwa Kota Payakumbuh tidak termasuk dalam daftar penyumbang inflasi di Provinsi Sumatra Barat, tetapi berperan sebagai daerah pendukung.
“Selain itu, Kota Payakumbuh mengalami deflasi pada minggu keempat bulan Juni 2024, dengan angka -3,29 persen. Penurunan harga terjadi terutama pada daging ayam ras (-1,2827 persen), cabai merah (-1,2458 persen), dan telur ayam ras (-0,3039 persen),” tambah Pj. Wali Kota Payakumbuh tersebut. (dst)