Home » Produksi Padi Sumbar 2025 Naik 1,93 Persen Meski Luas Panen Menyusut

Produksi Padi Sumbar 2025 Naik 1,93 Persen Meski Luas Panen Menyusut

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat mencatat produksi padi pada 2025 mengalami kenaikan meski luas panen justru menurun dibanding tahun sebelumnya.

Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin menyampaikan, produksi padi sepanjang 2025 mencapai 1.382.697 ton gabah kering giling (GKG), naik 26.229 ton atau 1,93 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 1.356.468 ton GKG.

“Kenaikan produksi ini terjadi meskipun luas panen padi justru mengalami penurunan,” kata Nurul, dikutip dari rilis Berita Resmi Statistik di Padang, Selasa (3/2).

Ia mengungkapkan, luas panen padi 2025 tercatat 284.076 hektare, turun 11.203 hektare atau 3,79 persen dibanding 2024 yang mencapai 295.279 hektare. Adapun puncak panen padi pada 2025 terjadi pada Maret dengan luas panen 32.645 hektare, sama seperti tahun sebelumnya.

Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras 2025 mencapai 800.613 ton, naik 15.187 ton atau 1,93 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 785.426 ton.

Kabupaten Solok Tertinggi

Tiga kabupaten/kota dengan produksi padi tertinggi adalah Kabupaten Solok (210.788 ton GKG), Kabupaten Pesisir Selatan (174.986 ton GKG), dan Kabupaten Tanah Datar (142.848 ton GKG).

Sementara tiga daerah dengan produksi terendah yakni Kota Padang Panjang (5.471 ton), Kota Bukittinggi (3.031 ton), dan Kabupaten Kepulauan Mentawai (1.058 ton).

Kenaikan produksi cukup besar terjadi di beberapa sentra produksi seperti Kabupaten Solok yang melonjak 27,22 persen dan Kabupaten Solok Selatan naik 23,67 persen.

:Namun sejumlah daerah justru mengalami penurunan cukup signifikan, di antaranya Kabupaten Lima Puluh Kota turun 15,38 persen dan Kabupaten Tanah Datar turun 8,38 persen,” papar Nurul Hasanuddin.

Potensi 2026 Menurun

Untuk proyeksi tiga bulan pertama 2026, BPS memperkirakan potensi luas panen periode Januari-Maret mencapai 83.527 hektare, turun 9.805 hektare atau 10,51 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Potensi produksi padi Januari-Maret 2026 diperkirakan 391.327 ton GKG, turun 69.973 ton atau 15,17 persen dibanding periode sama 2025. Bila dikonversi menjadi beras, potensi produksi mencapai 226.587 ton, turun 40.516 ton atau 15,17 persen.

Data BPS diperoleh melalui Survei Kerangka Sampel Area (KSA) yang mengamati 31.313 sampel segmen lahan berukuran 300 x 300 meter secara nasional, dengan total 281.817 titik amatan setiap bulan.

Metode KSA ini dikembangkan BPPT dan BPS, serta telah mendapat pengakuan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (*)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?