Punya Papan Digital Terbanyak di Sumbar, Guru Kota Solok Mulai ‘Dipoles’

Sejumlah guru di Kota Solok sedang mempraktikkan penggunaan Papan Interaktif Digital (IFP) dalam kegiatan pendampingan yang digelar BBPMP Sumbar di SDN 19 Tanah Garam.

SOLOK, KP — Ambisi Kota Solok untuk memimpin transformasi pendidikan digital di Sumatera Barat bukan sekadar isapan jempol. Daerah ini tercatat sebagai pemegang rekor jumlah unit Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP) terbanyak di ranah Minang. Namun, menyadari bahwa alat canggih tak akan berguna tanpa operator yang andal, kualitas sumber daya manusia kini menjadi fokus utama pembenahan.

Guna memastikan fasilitas mahal tersebut tidak menjadi pajangan semata, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat menggandeng Dinas Pendidikan Kota Solok menggelar pendampingan intensif bagi para tenaga pengajar. Kegiatan ini dipusatkan di SDN 19 Tanah Garam selama dua hari, yakni Rabu (19/11) hingga Kamis (20/11).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok, Desrifahmi menegaskan, banyaknya unit IFP yang dimiliki Solok adalah aset strategis. Menurutnya, investasi besar ini harus berbanding lurus dengan kemajuan kualitas belajar mengajar di dalam kelas.

Senada dengan itu, Kabag Umum BBPMP Sumbar, Diansa Gunadi Thaib, mengingatkan para pendidik agar tidak terlena dengan kecanggihan alat. Mewakili Kepala BBPMP, ia menekankan bahwa teknologi hanyalah alat bantu atau sarana pendukung. Kunci sukses pendidikan digital tetap berada di tangan guru.

Diansa menyebut, tanpa sentuhan profesionalisme dan kreativitas guru, layar interaktif tersebut tidak akan memberikan dampak maksimal. Oleh karena itu, belasan guru dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA, dilatih untuk mengintegrasikan teknologi ini ke dalam materi ajar sehari-hari.

Dampak dari penggunaan teknologi ini mulai terlihat di lapangan. Suasana kelas menjadi lebih hidup karena siswa terlihat lebih antusias. Bagi para guru, keberadaan papan digital ini sangat membantu dalam memvisualisasikan konsep-konsep pelajaran yang rumit menjadi lebih mudah dipahami. (bus)

Related posts

Pencarian Resmi Dihentikan, Dua Pelajar Tenggelam di Padang Belum Ditemukan

DPRD Kabupaten Solok Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Tekankan Perbaikan Kinerja OPD

Tanah Datar–Mandailing Natal Perkuat Kolaborasi Pembangunan Antar Daerah