PAYAKUMBUH, KP — Operasi Zebra Singgalang 2025 yang digelar Polres Payakumbuh menunjukkan hasil positif. Selama tiga hari pelaksanaan yang fokus pada kegiatan preventif dan edukatif, berhasil menurunkan angka pelanggaran lalu lintas secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kapolres Payakumbuh, AKBP Ricky Ricardo, melalui Kasat Lantas AKP Yuliarman menegaskan, operasi tahun ini menekankan pendekatan persuasif dan sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat.
“Fokus kami bukan hanya menindak, tetapi menanamkan kesadaran. Pendekatan edukatif diperluas, baik melalui media maupun turun langsung ke masyarakat,” kata AKP Yuliarman, Kamis (20/11).
Data kepolisian menunjukkan penurunan tajam pada jumlah penindakan, yaitu teguran turun dari 211 kasus (2024) menjadi 161 kasus (2025) dan tilang manual turun dari 60 kasus (2024) menjadi 29 kasus (2025).
Penurunan juga terjadi pada seluruh jenis kendaraan. Pelanggaran Roda Dua (R2) turun dari 54 kasus menjadi 26 kasus, didominasi oleh tidak menggunakan helm SNI. Sementara pelanggaran Roda Empat (R4) menurun dari 6 kasus menjadi 3 kasus, dengan kasus utama tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt).
“Kami melihat masyarakat mulai memahami pentingnya keselamatan. Penurunan teguran dan tilang menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran warga Payakumbuh,” ungkap Kasat Lantas.
Untuk mencapai hasil ini, Satlantas Polres Payakumbuh secara masif melakukan kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh & Penluh) yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas otomotif, hingga karyawan perusahaan. Pemasangan media imbauan seperti spanduk dan billboard di lokasi strategis juga digencarkan.
AKP Yuliarman optimis capaian ini adalah sinyal positif menuju budaya tertib berlalu lintas. (dst)