Rajo Kabu, Usaha Kerajinan Kulit Pertama di Payakumbuh

Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh Jasman melihat produk tas buatan Rajo Kabu, usaha kerajinan kulit pertama dan satu-satunya di Kota Payakumbuh.

PAYAKUMBUH, KP – Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh Jasman, memberikan apresiasi kepada Rajo Kabu, usaha kerajinan kulit pertama dan satu-satunya di ‘Kota Randang’ tersebut.

“Kreativitas ini harus kita dukung penuh dan kita promosikan ke masyarakat, termasuk wisatawan yang datang ke Payakumbuh,” kata Pj Wali Kota Payakumbuh Jasman, saat berkunjung ke tempat usaha itu, di Kelurahan Parak Batuang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Rabu (31/1).

Pada kesempatan itu, Jasman memesan sejumlah barang buatan kulit, seperti travel bag, tas untuk laptop, dan barang-barang sehari-hari lainnya.

“Saya melihat produk buatan Rajo Kabu ini sangat bagus dan layak dipromosikan. Makanya saya langsung tertarik memesannya,” katanya.

Dalam waktu dekat, ungkap Jasman, pihaknya akan memperkenalkan serta mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menggunakan produk-produk buatan warga Kota Payakumbuh.

“Seperti tas, dompet, topi, gantungan kunci, dan jenis lainnya yang dibuat di sini akan kita dorong agar ASN membelinya di sini. Kita harus memperkenalkan, mempromosikan, dan menggunakan produk-produk buatan kita sendiri sebagai bentuk kebanggaan terhadap produk lokal,” ungkapnya.

Sementara, pemilik Rajo Kabu, Wendo mengatakan, saat ini pasar atau pesanan rata-rata berasal dari Jabodetabek dan dipesan melalui daring.

“Harapan kami dengan kedatangan Pak Wali Kota dapat meningkatkan pesanan kami, khususnya dari masyarakat Payakumbuh sendiri,” ujarnya.

Ia menuturkan, Rajo Kabu sudah dikelola sejak tahun 2021 dan saat ini melayani berbagai macam pesanan serta dapat menyesuaikan dengan keinginan konsumen. “Bagi yang berminat, bisa menghubungi saya langsung di 081322134072. Kita bisa membuat produk sesuai keinginan pelanggan,” ujarnya. (dst)

Related posts

Wabup Limapuluh Kota: 6 Bulan Tuntutan Mahasiswa Tak Terpenuhi, “Silakan Gulingkan Kami”

Tanpa Kupon dan Plastik, Pembagian Daging Kurban di Padang Berubah Total

Pemko Padang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban, 60 Persen Sudah Berlabel