PASAMAN BARAT, KP — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi memutuskan untuk mengalihkan rute jalan provinsi di kawasan Polongan Anam, Nagari Talu, Kecamatan Talamau. Keputusan ini diambil setelah meninjau langsung kerusakan parah akibat bencana hidrometeorologi yang memutus akses utama Simpang Ampek menuju Lubuak Sikapiang tersebut, Rabu (7/1).
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat tiga titik kerusakan fatal; dua titik mengalami terban dan satu titik putus total akibat longsoran. Mahyeldi menilai perbaikan di lokasi semula sangat berisiko karena kondisi geografis yang diapit jurang curam dan perbukitan terjal.
“Perbaikan di lokasi yang sama sangat sulit dan berisiko tinggi. Jika digeser sedikit pun tetap rawan. Karena itu, kami sepakat bersama Bupati untuk mengalihkan ruas jalan ini ke jalur lain yang lebih aman dan stabil,” tegas Mahyeldi di lokasi peninjauan.
Gubernur menginstruksikan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk segera merampungkan data teknis guna dimasukkan ke dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen ini nantinya menjadi dasar usulan anggaran kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Pasaman Barat Yulianto, Wakil Bupati M. Ihpan, serta pejabat dari Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar. Pengalihan jalur ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar mobilitas masyarakat antara Pasaman Barat dan Pasaman tidak terus terganggu oleh ancaman longsor tahunan. (mas)