LIMAPULUH KOTA, KP – Pendidikan di awal masa pertumbuhan anak sangat penting. Sebab, pada usia dini otak berkembang dengan sangat cepat dalam menerima dan menyerap segala sesuatu yang dilihat, didengar, dan dirasa oleh anak-anak.
Hal tersebut disampaikan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin didampingi Bunda PAUD Limapuluh Kota Nevi Safaruddin dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Afri Efendi, saat menghadiri Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun 2023, di Lapangan Gor Singa Harau, di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (30/11).
Dibayangi cuaca mendung disertai hujan gerimis, lebih dari 6.000 murid PAUD dari seluruh Kabupaten Limapuluh Kota tampak memadati GOR Singa Harau sejak pagi. Didampingi orang tua dan guru, para murid tersebut terlihat bersemangat mengikuti berbagai macam lomba, di antaranya melukis, mewarna, baca surat pendek Al-Qur’an, baju kuruang basiba, baju taluak balango, dan lari rintangan.
Buapti Safaruddin mengatakan, Gebyar PAUD tidak hanya jadi sarana anak usia dini unjuk kebolehan dan meningkatkan kreativitas, tetapi harus menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi keluarga dan masyarakat akan pentingnya program pendidikan usia dini. Selain itu, diharapkan juga dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara sesama anak dengan pendidiknya serta juga dapat membangun sportivitas anak sejak dini.
“Kami sangat berterimakasih kepada guru-guru PAUD yang telah membimbing serta memberikan ilmu pengetahuan sebagai upaya meningkatkan kreativitas dan kecerdasan. Semoga anak-anak ini akan menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki akhak yang baik,” tuturnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota Afri Efendi, bersyukur dapat melaksanakan kembali Gebyar PAUD di tahun 2023. menurutnya, Gebyar PAUD itu diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan karakter profil Pelajar Pancasila, menjamin pemerataan kualitas pendidikan, dan menciptakan iklim kolaboratif bagi para pemangku kepentingan di bidang pendidikan, baik di lingkup sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Ia mengungkapkan, Gebyar PAUD tahun ini diikuti oleh 6.382 murid dari 302 lembaga PAUD yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota. (dst)