BATUSANGKAR, KP — Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum meninjau langsung sungai dan infrastruktur sumber daya air yang rusak akibat banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar.
Peninjauan tersebut dilakukan melalui pertemuan Dirjen SDA Dwi Purwantoro dengan Bupati Tanah Datar Eka Putra di Kota Padang Panjang, Sabtu (3/1).
Kehadiran Dirjen SDA bertujuan memastikan seluruh sungai dan infrastruktur yang terdampak banjir bandang terdata dan masuk dalam pantauan pemerintah pusat. Peninjauan itu menjadi dasar penyusunan langkah percepatan pembangunan pascabencana, khususnya di Sumatera Barat (Sumbar).
Sementara itu, Kementerian PU menunjukkan keseriusan dengan menyiapkan program percepatan pembangunan infrastruktur pascabanjir bandang. Seluruh sungai yang terdampak galodo dipastikan tidak terlewat dari pemantauan sebagai bagian dari upaya pemulihan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengambil langkah cepat dengan segera mengajukan permohonan pembangunan kepada pemerintah pusat. Sejumlah program telah dijalankan, termasuk pembangunan melalui Instruksi Presiden (Inpres).
Dwi Purwantoro menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti kebutuhan pembangunan yang diajukan daerah. “Akan segera kami laporkan permintaan pembangunan sabo dam yang rusak akibat galodo, perbaikan irigasi, serta pembangunan embung,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengusulkan pembangunan sabo dam di dua lokasi di Koto Nagari Guguak Malalo. Selain itu, pemkab juga mengajukan pembangunan embung dan irigasi melalui program Inpres. “Kita harus mengambil langkah cepat agar program ini segera terealisasi,” kata Bupati Tanah Datar Eka Putra.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Sungai dan Pantai Maksal Saputra, Kepala Subdirektorat Perencanaan Sungai, serta Kepala Subdirektorat Wilayah Direktorat Sungai dan Pantai Kementerian PU. (yon)
