Safni: Saya Korban Video Mirip Bupati Limapuluh Kota

BUPATI Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, memberikan klarifikasi kepada tokoh masyarakat dan insan pers terkait beredarnya video VCS yang mirip dirinya, di kediamannya di Nagari Sariak Loweh, Kecamatan Akabiluru, Minggu (1/3).

LIMAPULUH KOTA, KP – Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, menyatakan dirinya menjadi korban dalam kasus beredarnya video call sex (VCS) yang mirip dirinya dan viral di media sosial.

Safni menyampaikan klarifikasi itu dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan insan pers di kediaman pribadinya di Nagari Sariak Loweh, Kecamatan Akabiluru, Minggu (1/3). Ia didampingi istri dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha.

Pertemuan tersebut digelar atas permintaan tokoh masyarakat Akabiluru, baik yang berada di perantauan maupun di kampung halaman, untuk meminta penjelasan langsung terkait video yang beredar luas tersebut.

Dalam kesempatan itu, Safni menegaskan dirinya bukan pelaku dalam video yang beredar. “Perlu ditegaskan bahwa dalam video VCS mirip Bupati Limapuluh Kota itu, saya adalah korban dan saya bukan pelaku dalam video tersebut. Saya sudah mendapat informasi dari pihak Polda Sumbar bahwa dua orang pelaku pembuat video itu sudah diketahui dan sudah ditangkap. Keduanya ditangkap di Jambi dan Palembang,” ujarnya.

Safni mengatakan telah menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada Polda Sumatera Barat untuk diproses secara hukum. “Tidak ada niat saya untuk merusak nama baik Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, termasuk nama baik pribadi dan keluarga,” katanya.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, mantan pimpinan DPRD, anggota DPRD, serta kepala OPD di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota, Safni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat beredarnya video tersebut.

Ia juga mengungkapkan, pelaku sempat menghubunginya dan meminta sejumlah uang. “Saya sempat mentransfer ke rekening yang dikirimkan pelaku sebesar Rp1 juta. Transfer itu menjadi bukti yang saya serahkan kepada aparat kepolisian atas dugaan pemerasan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Safni menyampaikan terima kasih kepada penyidik Polda Sumbar yang telah mengungkap dan menangkap pelaku pembuat serta pengedar video tersebut.

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian Polda Sumbar yang telah melakukan penyidikan atas kasus ini. Kita tunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” katanya. (dst)

Related posts

DPRD Kabupaten Solok Gelar Paripurna, Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Pemko Padang Panjang Mulai Bangun 10 Huntap di Tanah Hitam, Wujudkan Hunian Layak bagi Korban Galodo

Alih Fungsi Lahan Ancam Ketahanan Pangan Sumbar