PADANG, KP — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan layanan medis gratis bagi 15.275 warga Sumatera Barat yang terserang penyakit pascabencana banjir dan tanah longsor. Angka tersebut mencakup hampir separuh dari total 37.867 warga di wilayah Sumatera dan Aceh yang mendapatkan bantuan kesehatan serupa dari Korps Bhayangkara.
“Langkah ini diambil untuk menekan penyebaran penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat di lokasi terdampak,” kata Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, dalam keterangannya , Sabtu (27/12).
Ia mengonfirmasi bahwa sebagian besar pasien mengeluhkan gangguan kesehatan yang lazim muncul usai bencana. Prioritas kepolisian saat ini adalah memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan tanpa biaya untuk menangani keluhan seperti demam, batuk, flu, gatal-gatal, asam lambung, diare, hingga hipertensi.
Di Sumatera Barat sendiri, pelayanan dilakukan secara jemput bola dengan menyasar langsung posko pengungsian dan Hunian Sementara (Huntara).
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya, merinci bahwa petugas dikerahkan ke titik-titik krusial di Kota Padang dan Kabupaten Agam. Lokasi pelayanan meliputi Posko Huntara Lubuk Buaya, Nanggalo, Sungai Lareh, Tabing Banda Gadang, dan Gunung Nago di Padang, hingga wilayah Tanjung Raya di Maninjau.
“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat di pelosok tetap mendapatkan akses medis, di mana setiap posko rata-rata melayani puluhan orang per hari agar wabah tidak meluas,” ujar Susmelawati.
Program bakti kesehatan ini merupakan bagian dari fase pemulihan sosial pascabencana. Polda Sumbar mengimbau masyarakat yang mulai merasakan gejala gangguan kesehatan untuk segera mendatangi posko Polri terdekat agar warga bisa kembali beraktivitas dalam kondisi fisik prima. Selain Sumatera Barat, Polri juga mencatat ribuan warga lainnya telah terlayani di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara dalam operasi kesehatan yang sama. (tns)
