Home » Silek Pangian Terancam Punah di Nagari Sendiri, Komitmen Pelestarian Diperkuat

Silek Pangian Terancam Punah di Nagari Sendiri, Komitmen Pelestarian Diperkuat

Redaksi
A+A-
Reset

TANAH DATAR, KP — Tradisi Silek Pangian yang merupakan jati diri asli Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan karena minimnya minat generasi muda. Dalam pembukaan Bimbingan Teknis Melestarikan Nilai-Nilai Tradisi Silek Pangian di lokasi Nagari Creative Hub (NCH), Minggu (12/4), terungkap bahwa ilmu bela diri asli ini mulai kalah bersaing dengan olahraga beladiri modern.

Wali Nagari Pangian, Hijrah Adi Sukrial, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap semakin berkurangnya tokoh tuo silek yang mampu mewariskan ilmu tersebut. Ia merasa miris jika anak nagari justru harus belajar Silek Pangian ke daerah lain seperti Teluk Kuantan atau Dharmasraya, padahal asal-usul silat tersebut berasal dari nagari mereka sendiri.

“Apakah kita tidak merasa malu jika anak-anak Nagari Pangian harus belajar Silek Pangian ke daerah lain, padahal asal-usulnya dari sini? Jika dibiarkan, anak kemenakan kita akan kehilangan jati diri budayanya,” tegas Hijrah di hadapan para tokoh masyarakat.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaiful Bahri, yang mewakili Gubernur dalam acara itu, menjelaskan bahwa pelestarian tradisi ini harus sejalan dengan dorongan ekonomi melalui program Nagari Creative Hub. Menurutnya, Silek Pangian bukan sekadar gerakan fisik, melainkan kekuatan moral dan pembentuk budi pekerti yang sangat dibutuhkan generasi muda dalam menghadapi tantangan globalisasi dan pengaruh negatif gawai.

“Kita berharap program NCH ini mampu menumbuhkan pertumbuhan ekonomi baru di setiap nagari. Melalui atraksi budaya Silek Pangian dan promosi digital, potensi nagari dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara mandiri,” ujar Syaiful.

Lebih lanjut dia mengatakan, upaya membangkitkan kembali nilai tradisi ini adalah bagian dari menjaga harkat dan harga diri masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan dukungan penuh agar warisan intelektual ini tetap relevan di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara wali nagari, tuo silek, ninik mamak, hingga Ketua IPSI kecamatan. Kesepakatan ini menjadi landasan formal untuk memulai langkah nyata pewarisan ilmu Silek Pangian kepada anak nagari agar tidak menjadi penyesalan di masa depan. (ak/*)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?