Silek Tuo Gunung Timbago, Warisan Minangkabau yang Tetap Eksis

Perguruan seni bela diri Minangkabau, Silek Tuo Gunung Timbago di Kota Sawahlunto.

SAWAHLUNTO, KP – Perguruan seni bela diri Minangkabau, Silek Tuo Gunung Timbago, terus berupaya melestarikan warisan budaya di Kota Sawahlunto. Perguruan ini menjadi salah satu yang tetap mempertahankan keaslian langkah dan jurus dalam pencak silat tradisional.

Silek Tuo Gunung Timbago mengajarkan aliran Silek Stralak, yang diwariskan oleh Syafri Efizon Sidi Madjo Lelo Pandeka Tungga dari guru besarnya, mendiang Basri Datuak Malin Cayo.

Aliran ini berasal dari Tanjuang Ampalu, Kabupaten Sijunjung, dan dikenal dengan teknik bertahan serta serangan yang khas dalam pencak silat Minangkabau.

Pandeka Tungga, begitu ia akrab disapa, dengan sukarela mengajarkan seni bela diri ini kepada generasi muda.

Ia berharap Silek Tuo tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga dapat menjadi wadah pembinaan karakter bagi anak-anak. Selain mengajarkan teknik bela diri, perguruan ini juga membimbing para murid dalam syariat Islam, termasuk salat dan mengaji.

“Kami ingin anak-anak memiliki aktivitas positif yang dapat menghindarkan mereka dari dampak negatif penggunaan gawai dan pergaulan yang tidak baik,” ujar Pandeka Tungga, di Sawahlunto, Jumat (14/2).

Ke depan, perguruan ini berharap dapat menjadi bagian dari olahraga ramah anak dan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Sawahlunto dalam pengembangan serta pembinaan lebih lanjut. (yan)

Related posts

Pemko Padang Panjang Mulai Bangun 10 Huntap di Tanah Hitam, Wujudkan Hunian Layak bagi Korban Galodo

Alih Fungsi Lahan Ancam Ketahanan Pangan Sumbar

17 Paket Irigasi Disiapkan, Pemko Padang Kejar Pemulihan Sawah