SOLOK, KP – Dinas Kesehatan Kota Solok menggelar gerakan masyarakat untuk mempromosikan kesehatan jiwa dan pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) di kalangan remaja. Acara ini digelar di Aula Dinas Kesehatan baru-baru ini, dihadiri oleh 40 peserta dari berbagai sekolah menengah di Kota Solok.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Solok, Hiddayaturrahmi, dalam pembukaan acara menekankan pentingnya pendidikan kesehatan jiwa dan pencegahan Napza bagi remaja. Tujuan utamanya adalah agar remaja dapat menghadapi tantangan hidup dan memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar.
Acara ini menghadirkan narasumber ahli seperti Sulistiana Dewi dari Rumah Sakit M. Natsir Solok dan Psikolog Vinola Maretha, yang memberikan wawasan mendalam mengenai kesehatan jiwa dan risiko Napza kepada peserta.
Peserta juga diminta untuk mengisi skrining kesehatan jiwa dan Napza melalui ponsel mereka sebelum memulai kegiatan. Skrining ini penting untuk mendeteksi dini masalah kesehatan yang mungkin dialami oleh remaja, sehingga dapat segera ditangani.
Masa remaja dianggap sebagai periode krusial yang mempengaruhi perkembangan masa depan, dengan perkembangan fisik yang pesat sering kali tidak sejalan dengan kesehatan jiwa. Oleh karena itu, skrining secara berkala dianggap sangat penting untuk memantau kesehatan jiwa dan mencegah napza.
Diharapkan melalui acara ini, kesadaran masyarakat, khususnya remaja, tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa dan menghindari penyalahgunaan Napza semakin meningkat. Hal ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan terbebas dari ancaman Napza di masa depan. (van)
