Home » Solusi Pengelolaan Sampah, TPST-RDF akan Kurangi 200 Ton Sampah di Kota Padang

Solusi Pengelolaan Sampah, TPST-RDF akan Kurangi 200 Ton Sampah di Kota Padang

Redaksi
A+A-
Reset

PADANG, KP – Wakil Wali Kota Padang, Ekos Albar mengatakan, sampah yang dihasilkan Kota Padang mencapai 650 ton per hari. Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Teknologi Refuse Derived Fuel (TPST-RDF) nantinya diharapkan dapat mengurangi  200 ton sampah per hari.

“Ini menjadi salah satu terebosan dan solusi Pemko Padang yang didukung Kemenkomarves dan Kementerian PUPR serta Semen Padang dalam mengurangi jumlah sampah di TPA Air Dingin,” sebut Ekos Albar mencanangkan lokasi pembangunan TPST-RDF di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aie Dingin, Rabu (13/12).

TPST ini akan menerapkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Ekos Albar menyebutkan, dari total 650 ton sampah yang dihasilkan oleh Kota Padang setiap harinya, sebanyak 500-550 ton diantaranya diperkirakan akan masuk ke TPA Aie Dingin.

“TPST-RDF merupakan salah satu alternatif pengolahan sampah dengan kapasitas 200 ton per hari, diperoleh melalui bantuan ISWMP dengan anggaran sebesar Rp128 miliar. Hasil RDF ini nantinya akan digunakan oleh PT Semen Padang selaku off-taker atau pemanfaat produk RDF sebagai bahan bakar pengganti batu bara,” ungkap Ekos Albar.

Wawako juga menyoroti manfaat TPST-RDF, seperti perpanjangan masa pakai TPA, pengurangan emisi karbon dan gas metan yang dapat merusak ozon dan menyebabkan pemanasan global. RDF juga dapat menjadi sumber energi terbarukan, memberikan manfaat lingkungan, dan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi Kota Padang.

“Diharapkan dengan adanya teknologi RDF ini, Kota Padang dapat melakukan pengelolaan sampah yang lebih baik dan dapat mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah,” tambahnya.

Disamping itu, upaya pengurangan sampah yang masuk ke TPA pengelolaan sampah dilakukan dari hulu hingga hilir, melibatkan partisipasi masyarakat, program 1 RW 1 Bank Sampah, serta kegiatan pemasangan jebakan di drainase dan pemadangan kubus apung dibeberapa sungai Kota Padang.

Sementara itu Koordinator Bidang Pengelolaan Sampah Kemenko Marves, Rendra Kurnia Hasan, menekankan RDF dapat menghasilkan dua hal penting, yaitu pengolahan sampah yang optimal dan kontribusi terhadap target bauran energi nasional.

Pembangunan fasilitas TPST berkapasitas 200 ton per hari ini direncanakan dimulai pada April 2024 dan selesai pada September 2025.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang, Fitra Masta, menegaskan bahwa Kota Padang merupakan salah satu dari enam kabupaten/kota di Indonesia yang menerima bantuan ini, dan pencanangan TPA Aie Dingin sebagai lokasi TPST adalah wujud komitmen Pemko Padang untuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (nda)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?