Sri Hidayani Imbau Orang Tua Tak Tolak Imunisasi Polio

PENJABAT (Pj) Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Sri Hidayani saat memberikan vaksinasi polio di PAUD Berkah, Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT), Selasa (20/8).

PADANG PANJANG, KP – Penjabat (Pj) Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Sri Hidayani, mengimbau para orang tua untuk tidak menolak pemberian imunisasi polio pada anak-anak mereka.

Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik agar mereka sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Hal tersebut disampaikan Sri Hidayani saat memantau Vaksinasi Polio di PAUD Berkah, Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT), Selasa (20/8). Pada kesempatan itu, ia memastikan seluruh anak-anak di PAUD tersebut mendapatkan vaksin polio sesuai jadwal.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes), dari 40 anak di PAUD Berkah, 35 di antaranya sudah diberikan vaksin polio dosis kedua. Tiga anak lainnya telah divaksin di Posyandu, sementara dua anak belum diimunisasi karena tidak diizinkan oleh orang tua mereka.

“Kami memohon agar orang tua mengizinkan anaknya diimunisasi polio. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Jika anak sudah terkena penyakit polio, dampaknya sangat buruk, dan hingga kini belum ada obat yang bisa menyembuhkannya,” ujarnya.

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Faizah, Sri Hidayani menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh anak tanpa terkecuali, termasuk pelayanan imunisasi. Ia berharap para orang tua memiliki kepedulian dan tidak menghalangi hak anak untuk tumbuh dengan sehat.

Sementara itu, dr. Faizah menyebutkan bahwa pada Oktober 2022 ditemukan kasus polio di Aceh dan Sumatera Utara. Untuk mencegah penularan lebih lanjut, diadakan imunisasi massal polio di Aceh pada November dan Desember 2022, serta di Sumatera Utara dan Sumatera Barat (Sumbar) pada Maret 2023.

Ia menambahkan bahwa seharusnya 95 persen anak sudah diimunisasi agar terbentuk kekebalan komunitas atau kelompok, namun di Sumbar baru mencapai 61%. Oleh karena itu, pelaksanaan vaksinasi polio di Sumbar tahun ini perlu diulang. Terlebih lagi, kasus polio juga ditemukan di Papua.

Pekan Imunisasi Nasional 2024 ini, lanjutnya, dimulai pada 23 Juli 2024 hingga 11 Agustus 2024 untuk dosis pertama, dan pada 12 Agustus hingga dua minggu ke depan untuk dosis kedua, dengan sasaran anak berusia 0-7 tahun, 11 bulan.

“Imunisasi polio berupa tetes yang rasanya manis dan disukai anak-anak. Insyaallah, tidak ada efek sampingnya. Hingga kemarin, capaian vaksinasi di Kota Padang Panjang untuk dosis pertama baru 71,2 persen, dan untuk dosis kedua baru mencapai 40,5 persen,” ungkapnya. (kom)

Related posts

13 Orang Terjaring Razia Kos dan Penginapan di Padang, Pemilik Abaikan Aturan

Padang Sahkan Perda Penguatan Lembaga Adat dan Budaya Minangkabau

Smart Surau Tingkatkan Aktivitas Keagamaan Pelajar, Pemko Siapkan Reward