PADANG, KP — Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kasus demam tertinggi di antara tiga provinsi yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Pada periode 25-29 November 2025, tercatat 376 kasus demam dari lima kabupaten, meliputi Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar.
Selain demam, keluhan kesehatan lain yang banyak dilaporkan di Sumbar adalah nyeri otot (myalgia) 201 kasus, gatal 120 kasus, dispepsia 118 kasus, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) 116 kasus.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, menyebut tingginya kasus demam menandakan kondisi lingkungan dan tempat tinggal yang belum pulih sepenuhnya pascabencana.
“Demam adalah keluhan yang paling cepat meningkat setelah banjir, terutama ketika tempat pengungsian padat dan akses air bersih terbatas. Disebabkan juga karena pelindung tubuh yang kurang memadai selama mengungsi,” ujarnya, Kamis (4/12).
Kondisi pasca banjir berpotensi menyebabkan meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Leptospirosis. Genangan air sisa banjir dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebab DBD, sementara kontaminasi air oleh urine tikus atau hewan lain dapat memperbesar risiko Leptospirosis.
Agus Jamaludin memastikan Kementerian Kesehatan telah mengirim tenaga kesehatan dan logistik tambahan ke wilayah terdampak.
“Kami menjamin ketersediaan obat dan SDM kesehatan. Fokus kami adalah mencegah penularan dan menekan risiko komplikasi,” katanya.
Di Sumatera Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat pola serupa dengan 277 kasus demam, diikuti myalgia 151 kasus dan gatal 150 kasus. Sementara di Aceh (Kabupaten Pidie Jaya), keluhan tertinggi justru adalah luka-luka dengan 35 kasus.
Imbauan PHBS untuk Korban
Agus Jamaludin mengimbau masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sederhana untuk mencegah penyakit.
Menurutnya, langkah yang perlu dilakukan antara lain rutin mencuci tangan pakai sabun dan selalu memakai alas kaki untuk menghindari luka dan risiko leptospirosis.
“Makanan sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan matang dan menggunakan air yang aman untuk diminum,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar lingkungan pengungsian dijaga agar tetap kering dan bebas genangan.
Kemudian, untuk mencegah DBD, upayakan tetap dapat menerapkan 3M plus (Menguras, Menutup, Mengubur).
“Periksakan diri segera ke pos kesehatan terdekat bila mengalami gejala seperti demam, diare, ISPA, atau gatal-gatal,” pungkasnya. (mas)
