BUKITTINGGI, KP — Pemerintah Kota Bukittinggi bergerak cepat merespons tingginya harga komoditas cabai dengan menyalurkan bantuan bibit kepada kelompok Dasawisma dan TP-PKK. Penyerahan bantuan difokuskan di dua kelurahan, yakni Campago Ipuah dan Puhun Pintu Kabun, Kamis (20/11).
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis menegaskan, langkah ini merupakan strategi taktis untuk menekan laju inflasi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Ia meminta gerakan menanam di pekarangan rumah menjadi budaya baru agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar yang fluktuatif.
“Melalui gerakan menanam ini, kita ingin masyarakat ikut terlibat dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu mengendalikan inflasi. Menanam cabai bisa dimulai dari pekarangan rumah, sederhana namun berdampak besar,” ujar Ibnu Asis usai penyerahan simbolis di Campago Ipuah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Hendry, merinci total bantuan yang disalurkan mencapai 300 batang bibit cabai. Jumlah tersebut dibagi rata, masing-masing 150 batang untuk Kelurahan Campago Ipuah dan 150 batang untuk Kelurahan Puhun Pintu Kabun.
Ia menjelaskan, distribusi ini merupakan tindak lanjut langsung dari edaran Gubernur Sumbar terkait pengendalian harga cabai. Pemko menilai keterlibatan aktif warga melalui Dasawisma sangat krusial karena produksi tidak bisa hanya dibebankan kepada petani.
“Gerakan menanam tidak bisa hanya mengandalkan petani. Melalui Dasawisma dan TP-PKK, kita ingin mengedukasi warga agar lebih gemar menanam cabai untuk kebutuhan rumah tangga,” pungkasnya. (mas)
