Tekan Pengangguran, 16 Pemuda Manggopoh Tuntas Ikuti Pelatihan Servis HP di BLK

Anggota DPRD Sumbar Rafdinal dan Kepala Disnaker Sumbar Firdaus Firman berfoto bersama dengan perwakilan peserta dalam penutupan pelatihan servis handphone di Nagari Manggopoh, Kabupaten Agam. Sebanyak 16 pemuda setempat dibekali keahlian khusus guna mendorong lahirnya wirausaha baru dan menekan angka pengangguran di tingkat daerah.

AGAM, KP — Upaya menekan angka pengangguran terbuka dan mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) produktif terus dipacu di tingkat nagari. Sebanyak 16 pemuda di Nagari Manggopoh, Kabupaten Agam, resmi menuntaskan program pelatihan teknisi servis telepon seluler (handphone) yang digembleng secara intensif selama 28 hari.

Program pemberdayaan pemuda berbasis kompetensi elektronika ini terealisasi berkat dukungan penguatan kapasitas dari Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi PKS, Rafdinal. Penutupan pelatihan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Barat Firdaus Firman bersama jajaran manajemen Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh.

Rafdinal menegaskan, investasi keterampilan ini sengaja dialokasikan agar para pemuda daerah memiliki kemandirian ekonomi pascapelatihan. Ia mewanti-wanti agar program ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan harus diimplementasikan menjadi unit usaha konkret.

“Ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini harus menjadi bekal untuk bekerja, berwirausaha, dan menciptakan lapangan pekerjaan. Terus belajar, terus bertumbuh, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkap Rafdinal yang merupakan Anggota Komisi III DPRD Sumbar.

Menurutnya, pemuda merupakan aset penggerak ekonomi daerah yang sangat potensial. Ketika kelompok usia produktif ini dibekali keahlian teknis yang spesifik dan adaptif terhadap kebutuhan pasar, mereka diyakini mampu berdikari, memperbaiki kesejahteraan keluarga, sekaligus memutus rantai kemiskinan di lingkungan sekitar.

Apresiasi juga disampaikan kepada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Barat, BLK Payakumbuh, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, hingga fasilitator lapangan Rio Sandra yang bersinergi mengawal jalannya pelatihan dari awal hingga selesai. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci utama dalam melahirkan tenaga kerja muda Minangkabau yang kompeten, tangguh, dan berdaya saing tinggi. (fai)

Related posts

Permudah Warga Bayar Pajak, Samsat Keliling Padang Datangi Titik Strategis Keramaian

Lintau Buo Utara Juara Umum

Pemko Padang Siapkan 19 Event Semarakkan HJK ke-357