Tim Medis RSUD Padang Pariaman Selamatkan Pasien Perdarahan Hebat

PADANG PARIAMAN, KP — Kesigapan tenaga medis RSUD Padang Pariaman kembali membuahkan hasil dalam upaya penyelamatan nyawa pasien yang berada dalam kondisi kritis, Selasa lalu (24/3) sekitar pukul 00.15 WIB. Seorang pasien perempuan dengan kondisi perdarahan hebat berhasil diselamatkan setelah mendapatkan penanganan cepat dan darurat dari tim medis rumah sakit tersebut.

Pasien tersebut awalnya datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Padang Pariaman dengan diagnosa abortus inkomplit disertai perdarahan pervaginam hebat yang memicu terjadinya shock hipovolemik. Mengingat kondisi yang sangat darurat, tim medis dituntut melakukan tindakan segera guna menstabilkan volume sirkulasi darah pasien dan menghentikan sumber perdarahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Dr. dr. Engga Lift Irwanto Sp.OG(K), yang juga dokter spesialis obgyn di rumah sakit tersebut, langsung menginstruksikan langkah penanganan medis setelah menerima laporan dari dokter jaga. Ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah mengembalikan kondisi fisik pasien sebelum dilakukan tindakan lanjutan.

“Pasien segera ditangani dengan tindakan medis darurat untuk menstabilkan kondisi tubuhnya. Setelah kondisi mulai membaik, pasien direncanakan menjalani tindakan kuretase untuk menghentikan sumber perdarahan,” jelas Engga Lift Irwanto, Jumat (27/3).

Meski penanganan awal berhasil menstabilkan kondisi, tim medis sempat menghadapi kendala saat keluarga pasien menolak tindakan kuretase dan meminta pulang secara paksa. Alasan utama penolakan tersebut adalah kekhawatiran terkait keterbatasan biaya serta status kepesertaan BPJS pasien yang sudah tidak aktif lagi. Menanggapi hal itu, tim medis memberikan edukasi bahwa RSUD Padang Pariaman mengutamakan keselamatan jiwa di atas urusan administrasi.

Pihak rumah sakit memastikan bahwa seluruh persoalan administrasi akan dibantu pencarian solusinya oleh pemerintah daerah, sehingga masyarakat tetap mendapatkan hak layanan kesehatan. Penjelasan tersebut akhirnya membuat pihak keluarga setuju untuk melanjutkan prosedur medis yang diperlukan. Berkat kolaborasi cepat tim IGD dan tim kamar operasi, nyawa pasien berhasil tertolong dan kini dalam pemantauan medis secara intensif.

“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen untuk selalu hadir memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat tanpa memandang kondisi ekonomi. Keselamatan pasien adalah yang utama,” tegas Engga sembari mengapresiasi kerja profesional seluruh tim medis yang bertugas. (ak/*)

Related posts

Atasi Sedimentasi Pascabencana, Padang Dorong Keterlibatan Swasta Lewat Izin Tambang

Festival Literasi Padang 2026, Fadly Amran Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Kreativitas

Jelang Idul Adha, Pemko Padang Siapkan Pemeriksaan 64 Kandang