LIMAPULUH KOTA, KP — Festival Adat Salingka Nagari Tungkar (Tungkar Fast) tahun 2025 yang berlangsung 3–4 Desember 2025, resmi ditutup oleh Ketua DPRD Limapuluh Kota Doni Ikhlas belum lama ini. Perayaan yang ditutup dengan pembacaan salawat ini mencetak prestasi besar, dengan berhasil menghimpun dana kolektif yang ditaksir mencapai Rp1 Miliar (dana tunai dan swadaya masyarakat).
Acara Tungkar Fast tahun kedua ini ditandai dengan pengukuhan 31 pengulu (penghulu) baru yang berkontribusi signifikan pada pembangunan nagari.
Wali Nagari Tungkar, Yusrizal Dt Pado melaporkan, bahwa Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tungkar berhasil mengumpulkan dana tunai sebesar Rp465 juta. Dana ini diperoleh dari prosesi bukak kunci atau nayiak ka balai (prosesi pengukuhan pengulu) yang melibatkan 31 kaum.
Ketua KAN Tungkar, H. AM Dt Bandaro Kuniang, menegaskan bahwa dana Rp465 juta tersebut akan digunakan sepenuhnya (tidak boleh sumbing) untuk membangun Balai Adat Nagari Tungkar yang baru, karena balai yang lama sudah tidak memadai.
Total Partisipasi Warga Sentuh Rp1 Miliar
Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, memperkirakan bahwa selain dana tunai Rp465 juta untuk Balai Adat dan Rp32,38 juta untuk biaya acara, nilai swadaya masyarakat yang terlibat dalam prosesi (seperti biaya kaum untuk mendirikan pengulu dan tradisi badulang atau membawa makanan) ditaksir mencapai Rp500 juta.
“Jika ditotal, nilai uang terkumpul dan nilai partisipasi masyarakat untuk pelaksanaan Tungkar Fast 2025 ini mencapai Rp1 miliar,” kata Fajar Rillah Vesky.
Atas partisipasi masif ini, Fajar Rillah Vesky mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memberikan stimulus pembangunan yang lebih besar.
“Maka ke depan, kita minta, stimulus dari daerah untuk Tungkar itu dalam bentuk perbaikan infrastruktur jalan yang rusak parah. Dan paling penting lagi, segera tetapkan status Tungkar sebagai Desa Mandiri, seperti Situjuah Batua dan Situjuah Banda Dalam,” desaknya.
Pada penutupan ini, Doni Ikhlas juga menyerahkan bantuan total Rp144,7 juta yang berasal dari dana Pokok Pikiran (Pokir) Fajar Rillah Vesky untuk 25 majelis taklim, musala, TPQ, dan kelompok pecinta masjid di Tungkar. (dst)
