UIN Imam Bonjol Perkuat Reputasi Akademik Global Lewat Pengukuhan 10 Guru Besar

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd dan Ketua Senat Prof Dr. H. Duski Samad, MA foto bersama dengan 10 Guru Besar usai dikukuhkan.

PADANG, KP – Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang terus memperkuat reputasinya sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan yang unggul dan berdaya saing global. Hal ini ditandai dengan pengukuhan 10 guru besar baru dalam Sidang Senat Terbuka, Selasa (4/6), yang menjadi momentum penting dalam akselerasi UIN menuju kampus berkelas dunia.

Pengukuhan berlangsung di aula utama kampus dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, anggota senat, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta keluarga para guru besar. Turut hadiri, Walikota Padang, Fadly Amran, sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan pendidikan tinggi Islam di Sumatera Barat (Sumbar).

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd., menegaskan bahwa kehadiran 10 guru besar ini bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi simbol kesiapan kampus untuk bersaing dalam peta keilmuan nasional dan internasional.

“Jabatan guru besar adalah amanah keilmuan, bukan hanya prestasi personal. Ini bagian dari penguatan institusi untuk menjawab tantangan global melalui ilmu, moral, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Rektor.

Berikut nama-nama guru besar yang dikukuhkan:

  1. Prof. Dr. Yasrul Huda, MA
  2. Prof. Dr. Elfia, M.Ag
  3. Prof. Dr. Efrinaldi, M.Ag
  4. Prof. Dr. Abrar, M.Ag
  5. Prof. Dr. Zainal Azwar, M.Ag
  6. Prof. Ahmad Wira, M.Ag., M.Si., Ph.D
  7. Prof. Dra. Hulwati, M.Hum., Ph.D
  8. Prof. Dr. Rozalinda, M.Ag
  9. Prof. Dr. Yasmadi, M.Ag
  10. Prof. Dr. Andri Ashadi, M.Ag

Rektor menyampaikan bahwa kampus membutuhkan kehadiran guru besar yang mampu membawa perubahan, mengembangkan riset yang berdampak, dan memperkuat kolaborasi lintas disiplin serta lintas negara.

“Guru besar adalah wajah intelektual kampus. Mereka harus menjadi lokomotif perubahan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” jelas Martin Kustati.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya relasi antara ilmu dan nilai moral dalam membentuk peradaban Islam yang progresif. UIN Imam Bonjol, kata Rektor, mengemban misi besar untuk melahirkan ulama-intelektual dan intelektual-ulama yang berperan aktif di tingkat global.

“Islam pernah menjadi pusat peradaban dunia. Kini, tantangannya adalah bagaimana kampus Islam modern bisa kembali memimpin melalui riset, inovasi, dan nilai-nilai kemanusiaan universal,” tambahnya.

UIN Imam Bonjol menargetkan percepatan menuju universitas bereputasi internasional. Karenanya, penguatan kapasitas akademik melalui pengukuhan guru besar menjadi bagian dari roadmap strategis pengembangan kampus.

“Ilmu adalah cahaya. Pendidikan harus mencerahkan. Kami ingin guru besar hadir sebagai pelita perubahan, yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menebar manfaat bagi umat dan bangsa,” tutup Rektor.

Pengukuhan ini tak hanya menjadi momen kehormatan, tetapi juga komitmen UIN Imam Bonjol Padang untuk berperan aktif dalam membangun masa depan keilmuan Islam yang inklusif, unggul, dan berkontribusi nyata dalam kancah global. (*)

Related posts

Pos Ojek dan Lapak PKL di Khatib Sulaiman Dibongkar, Sempat Diwarnai Penolakan

Sekretaris Komisi III DPRD Sumbar Soroti Rp5 Miliar TKD untuk Asrama SMAN 1 Bukittinggi

DPRD Sumbar Bersama Tim Ahli Mulai Kaji RUU Daerah Istimewa Minangkabau