PAYAKUMBUH, KP – Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, mengharapkan dukungan penuh dari tokoh adat untuk bersama-sama membangun dan memajukan Kota Payakumbuh. Harapan ini disampaikannya saat menjamu Niniak Mamak, Bundo Kandung, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), dan Kerapatan Adat Nagari (KAN) di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh, Rabu (19/3).
“Dari awal kami dilantik, kami sudah meniatkan untuk dapat bertemu dan berdiskusi dengan seluruh tokoh adat yang ada di Payakumbuh. Alhamdulillah hari ini dapat kita laksanakan,” ujar Zulmaeta didampingi Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman.
Ia menegaskan bahwa sumbangsih dari seluruh tokoh adat sangat dibutuhkan dalam memimpin Kota Payakumbuh hingga 2030 mendatang. Menurutnya, masukan dari tokoh adat menjadi kunci penting untuk mewujudkan visi Kota Payakumbuh yang maju, sehat, dan sejahtera.
“Kami sangat menginginkan dan membutuhkan masukan dari seluruh unsur masyarakat, khususnya tokoh adat. Saya yakin dengan bersama-sama kita bisa membangun Kota Payakumbuh menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Sementara, Ketua LKAAM Kota Payakumbuh, YB. Dt Parmato Alam, menyatakan bahwa seluruh tokoh adat di Kota Payakumbuh siap mendukung penuh penyelenggaraan pemerintahan yang dipimpin oleh Zulmaeta dan Elzadaswarman.
“Pilkada telah berlalu dan telah terpilih pemimpin saat ini. Kami akan siap mendukung visi, misi, dan program Wali Kota Zulmaeta serta Wakil Wali Kota Elzadaswarman,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat menjadi penentu kemajuan Kota Payakumbuh. Selain itu, YB. Dt Parmato Alam juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kota Payakumbuh dapat mendukung keberlangsungan LKAAM dan Bundo Kandung, salah satunya dengan memfasilitasi kantor tetap untuk kedua lembaga tersebut.
“Hingga saat ini, LKAAM dan Bundo Kandung belum memiliki kantor tetap. Semoga nanti dapat difasilitasi oleh Pemko Payakumbuh,” pintanya.
Silaturahmi ini dihadiri oleh Sekda Payakumbuh Rida Ananda, Ketua TP-PKK Eni Zulmaeta, Ketua GOW Yeni Elzadaswarman, Kepala Disparpora Nofriwandi, serta puluhan tokoh adat se-Kota Payakumbuh. (dst)